Rini berlarian ke belakang untuk nyolokkan mesin air.
“Mungkin airnya memang kering Rin. Sekarang kan musim
kemarau. Tadi malam aja aku tidur jam 1, mesinnya masih nyala. Rusak pula nanti
kalau sekarang dicolokkan lagii.”
“Biarlah, biar bisa mandi kita.”
“Lah, kan sekarang masih banyak airnya di bak.”
“Aku mau keramas haa, gatal-gatal rambutku. Nanti El gimana
kalau kuhabisin airnya?”
“Mandilah duluan, nanti urusan aku gimana caranya mandi.”
“Ah, biarlah, udah terlanjur nyala juga.”
Pagi ini kami nonton video-video tentang kucing. Lucu banget
deh tingkah-tingkah kucing itu.
“Rin, cowok yang penyayang sama kucing, udah pasti dia juga
penyayang sama cewek?”
“Loh? Kok bisa?”
“Ya cobalah Rini fikir, apa untungnya melihara kucing? Bukan
bisa diternak, bukan bisa dapat duit gara-gara melihara dia, terus kenapa dia
mau melihara kucing? Ya karena dia sayang, kan? Apalagi sama istrinya yang
menjadi pendampingnya?”
“Azeeeekkkk. Ngerii dank!”
