Waktu aku bangun, Rini udah sholat Tahajjud dan sedang
mengaji.
“Rin, kita makan mie aja yuk? Biar nggak rempong ke luar.”
“Ya udah kalau El mau makan mie. Aku sendirian aja ke luar.”
“Ciyeee… yang beraniii.”
“Udah beberapa hari kemarin aku makan mie terus soalnya.
Takut sakit ntar.”
Pukul 04.11wib, kami ke luar. Cukup berbeda dengan malam
kemarin yaitu ketika kami ke luar udah pukul 04.20wib. Widiwww! Café Ceria
nggak buka lagi, mungkin sepi pengunjung. Atau justru terlalu rame waktu buka
dan udah habis untuk dijual ketika sahur. Kami lanjut ke RM 3 Putri. Aku
memesan nasi+ayam pop, sedangkan Rini nasi+ayam rendang.
“Yah, nggak ada kerupuk,” kataku sambil celingukan melihat
ke dinding di sampingku.
Rini mana peduli, yang penting ada nasi dan lauk aja dia
nggak bakal ribut nyari yang lain tuh.
“Rin, aku mau nambah ah!
“Ya udah nambahlah!,” kata Rini.
“Ya udah nambahlah!,” kata Rini.
Karena dipersilahkan oleh Rini sebagai juru dietku
*Gubrakkk!, akhirnya aku mengulang porsi dengan lauk yang tinggal separoh.
Hihii.
