“Eh iya, mu ingat Kak Puput Cin?”
tanya Lia.
“Ingat. Kenapa tu?”
“Kemarin kan aku jumpa Kakak tu.
Dia bilang, kalau bisa segeralah menikah. Jangan lama-lama. Karena dunia ini
nggak akan HABIS-habisnya dikejar. Dan mu tahu Cin, gimana kisah cinta Kak
Puput dan suaminya? Ternyata Abang tu udah suka sama Kak Puput sejak Kak Puput
SMA, padahal mereka belum saling kenal dan berlum pernah ketemu. Abang tu baca
koran tentang Kak Puput exchange ke Jerman dulu. Eh, ternyata waktu kuliah
mereka ketemu. Abang tu jadi asdos dan ngajar di kelasnya Kak Puput. Hiii… so
sweet kan? Ih, kok ini jadi agak mengarah ke kisahmu gitu ya? hahaha. Aku jadi
iri lagi.”
“Hahaa..so sweet ya Cin. Semoga
kita bisa selalu menjadi semua kesucian ini dan percayalah kelak kita akan
menertawakan kisah konyol ini dengan pangeran kita Ciiin. Huhuuu.”