"Dek, urus ajalah cepat ke BNI!" desak kak Dila.
AKu berfikir sejenak dan segera bergegas untuk segera tiba di BNI, bersama kak Dila tentunya. Sekitar jam 09.00wib sekarang. Setelah memarkirkan motor, aku bergegas membuka pintu masuk. Dingin seketika memelukku. Aku memandangi satpam yang sedang berdiri di dekat meja pencabutan nomor antrian itu dan tersneyum kepadanya.
"Ada keperluan apa ya Bu?"
"Saya mau ngurus ATM saya."
"ATMnya memangnya kenapa Bu?" ah, ini satpam atau polisi sih? Apa urusannya dengan dia? Aku mulai merasa nggak nyaman dan terpaksa harus jujur.
"Saya sebenarnya nasabah BRI, Pak. Saya ke sini mau mengajukan permohonan penge-checkan sisi tivi karena sebulan yang lalu uang saja tertelan di ATM BNI, jadi pihak BRI meminta saya ke sini."
Si satpam mempersilahkanku untuk ke luar dengan isyarat tubuhnya.
"Uang itu kalau udah ke luar ya ke luar aja Bu. Nggak mungkin masuk lagi ke dalam mesin!" jelasnya dengan keyakinan 100%.
"Loh? Nggak mungkin bagaimana? Saya yang mengalaminya langsung, Pak," Kak Dila melihat ke arahku yang aku yakin dia tahu bahwa aku mulai marah.
AKu berfikir sejenak dan segera bergegas untuk segera tiba di BNI, bersama kak Dila tentunya. Sekitar jam 09.00wib sekarang. Setelah memarkirkan motor, aku bergegas membuka pintu masuk. Dingin seketika memelukku. Aku memandangi satpam yang sedang berdiri di dekat meja pencabutan nomor antrian itu dan tersneyum kepadanya.
"Ada keperluan apa ya Bu?"
"Saya mau ngurus ATM saya."
"ATMnya memangnya kenapa Bu?" ah, ini satpam atau polisi sih? Apa urusannya dengan dia? Aku mulai merasa nggak nyaman dan terpaksa harus jujur.
"Saya sebenarnya nasabah BRI, Pak. Saya ke sini mau mengajukan permohonan penge-checkan sisi tivi karena sebulan yang lalu uang saja tertelan di ATM BNI, jadi pihak BRI meminta saya ke sini."
Si satpam mempersilahkanku untuk ke luar dengan isyarat tubuhnya.
"Uang itu kalau udah ke luar ya ke luar aja Bu. Nggak mungkin masuk lagi ke dalam mesin!" jelasnya dengan keyakinan 100%.
"Loh? Nggak mungkin bagaimana? Saya yang mengalaminya langsung, Pak," Kak Dila melihat ke arahku yang aku yakin dia tahu bahwa aku mulai marah.
