Selasa, 08 September 2015

Cepat menyelesaikan Supaya Sempat Memperbaiki



Kalau udah kehilangan, barulah aku berkata; ‘Seharusnya ini, seharusnya itu’ untuk melampiaskan rasa bersalah. Udah sejak hari senin kemarin padahal aku tanya ke Atika kapan ada jadwal ujian. Atika mengatakan tanggal 10 bahkan dia mendesakku untuk segera mendaftar ujian. Tapi……., ya bukan Elysa namanya kalau tidak menunda pekerjaan. Bak kata si kawan lama, ‘Elysa ni suka kali ngerjakan yang sunnah dulu. Utamakanlah yang wajib duluan, El’ sampai sekarang aku masih ingat kata-katanya itu. Kalau sampai saat ini dia masih ada, dia pasti akan bilang, ‘Elysa nggak pernah berubah ya ternyata dari dulu.’

Aku menamai sifatku ini Terlalu Optimis, tapi nggak logis. Kadang, di beberapa kesempatan, aku memang sering beruntung dan mendapatkan miracle. Dan, nggak jarang juga aku bernasib sial karena kehilangan kesempatan. Kemarin, aku terlalu yakin bisa menyelesaikan proposal itu dalam sekejap mata dan baru hari Jumat kemarin aku tersadar bahwa hari ini adalah hari Sabtu; kesempatan terakhirku untuk mendaftar ujian proposal. Nyatanya apa? Keoptimisanku itu lesap seketika. Yang tersisa tinggallah penyesalan diam-diam dan berusaha pura-pura tidak menyesal. Inilah aku yang ku akui.
“Elis harus merubah kebiasaan Elis menunda. Karena belum tentu nantinya Elis selalu beruntung. Kalau nggak beruntung gimana? Mau diperbaiki, Elis udah nggak punya waktu lagi. Kalau cepat selesai kan cepat disempurnakan lagi,” nasehat itu terngiang kembali.
Yap, intinya adalah cepat menyelesaikan supaya sempat memperbaiki.

Selamat Ulang Tahun Teguh-ku

Pagi masih menyisakan cericit unggas-unggas melayang
Pekat asap melekat pada jendela kamar berembun
Dan mata ini baru beranjak dari arah timur
Seketika dihadiahi namamu yang muncul di beranda
Pada sebuah wadah tak bertanah, tak terjamah
Lalu, mulailah ku tuliskan kalimat ini
Semoga umurmu yang bertambah selalu berberkah
Semoga umurmu yang berlalu selalu berSatu
Semoga doamu yang kini selalu berijabahi
Semoga impianmu yang nanti selalu diwujudi
Aamiiin…
Terimakasihku untuk segalamu
Untuk tidak pernah berlebihan berlaku padaku
Untuk tidak pernah berniat pergi dariku
Untuk tidak pernah bermuluk benci
Dan untuk sejuta untuk lainnya


Semoga jiwamu seteguh namamu, 8-2015