Selasa, 17 Februari 2015

Tamu Lama yang Lama tak Saling Menamu

Bergegas berkemas di kamar tak terlalu berhias
Usainya, kewajiban malah memergikanku sementara
Ketika pulang, yang datang telah sampai tanpa sambutku
Tapi ada Rini. Tak sendiri berarti
Ada hajat yang men-datangkan kak Diella kemari
Ujian Akuntansi di Jumat Pagi
Tapi esok hari harus bersiap mengantri bukti
Atas kelulusan seleksi administrasi

Aku baru dipulangkan hari setelah pinjamnya
Menemui tamuku yang tengah beristirahat dari penat
Wajahnya masih wajah yang dulu
Cerianya masih ceria yang dulu

Aku rindu
Ia pun merindu 
#Sebuah Selasa di 17 Februari yang ke 2015
Kak Diella

Inspirasi: Tanda-tanda Jodoh

"Rin, kata Mario Teguh, tanda-tanda dia nggak serius sama kita adalah ketika dia nggak ngasih kepastian kapan mau memastikan hubungan (menikah). Sebenarnya Kakak itu sama kasusnya dengan kebanyakan laki-laki yang belum siap berkomitmen, Rin. Tapi, bedanya Kakak ini adalah karena dia membalikkan keadaan; dia meminta kepastianku dengan dalih itu sebagai bukti niatnya untuk serius melamarku nanti dan nggak pengen pacaran. Tapi, seriusnya dia dengan seriusnya aku ternyata nggak 1 pengertian Rin. Serius tapi kok pake nanti, yang parahnya malah dari target 3 tahun melebar jadi 5 tahun. Apa-apakah itu coba? Bukankah bukti komitmen itu adalah menikah? Lihat, sebenarnya dia sama aja dengan orang belum siap komit, tapi dia sok-sok memastikan diri untuk komit. Padahal, nggak ada kepastian selain ketidakpastian itu sendiri.”
“Hemmm… arassoooh.”

Juri Lomba Menulis KTI dan Essay

Nama Acara : Pekan Kepenulisan Al-Maidan
Penyelenggara : LSO LSI All-Maidan FKIP Universitas Riau
Waktu : 17 Februari 2015
Judul Karya : -

Tentang pencapaian :
Ternyata, aku bukan hanya diminta untuk menjadi juri cerpen dan puisi, tetapi juga essay dan KTI. What the wonderfull this is ^_^. Alhamdulillah, setelah menoleh ke belakang, aku baru menyadari bahwa kegagalanku kemarin telah mengajariku segalanya dan kini menghadiahiku banyak hal tak terduga. Aku yakin bahwa apa-apa yang kita tanam, pasti akan kita tuai hasilnya. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Sekalipun kita udah lupa, benih yang kita tanam dulu akan terus tumbuh dan berkembang hingga masa panen tiba.

___Tanamlah yang baik-baik, tapi jangan mengira yang dipanen akan selalu dan selamanya baik. Hidup ini penuh kejutan, kawan. (Truly Elysa)

Juri Lomba Menulis Cerpen

Nama Acara : Pekan Kepenulisan Al-Maidan
Penyelenggara : LSO LSI Al-Maidan FKIP Universitas Riau
Waktu : 17 Februari 2015
Judul Karya : -

Tentang pencapaian :
Meskipun baru 1 kali menang lomba menulis cerpen, adik-adik di Almaidan mempercayaiku untuk menjadi juri lomba menulis cerpen. Dan, membaca cerpen-cerpen mereka ini membuatku teringat dengan cerpen pertamaku yang bener-bener lugu. Sampai sekarang aku masih menyimpannya. Cerpen itu ku tulis on the spot ketika sedang merasakan kesedihan dan cerpennya langsung jadi sebanyak 8 halaman. Wew.. itu namanya the power of emotion. Aku juga takjub pada beberapa karya yang benar-benar kental dengan diksinya. Saking terpanannya, aku sampai membacanya berulang-ulang untuk meresapi keindahannya.

___Kenapa ada orang yang ahli? Karena ia melatihnya. (Truly Elysa)