Aku pernah berkeluh
bahwa aku tengah mengiris rindu
tahukah jika aku selalu menunggu
menunggu jabat dari tanganmu
bukan aku tak mau menjabat dahulu
aku hanya takut jika aku menjabat tanganmu
senyum takkan pernah terukir
tahukah kamu aku ibaratkan rindu ku adalah hujan
kemudian aku mulai berkhayal
kapan hujan ini berwarna
berwarna antara ungu dan biru
aku ingin kau menyayangiku bagai kau menyayangi biru
aku ingin menyayangimu
bagai aku menyayangi ungu
ingatkah
jika dahulu kita selalu beradu tawa
menyambung cerita tentang luka
tentang duka bahkan tawa
kini aku sakau rindu
bagaikan sakaunya seorang pemabuk pada anggur
kini aku aku rindu
aku ingin
rindu datang padaku kemudian memelukku
dan aku tak akan pernah mau peluk lepas dari tubuhku
aku ingin rindu mencumbuku
hingga aku tak lagi dapat bangun karena nikmatnya bercumbu dengan rinduku
atau bolehkah aku meminta cawan
kemudian aku akan meminta rindu padamu
kemudian rindu itu akan kusimpan dalam cawan itu
kemudian sesekali kuhidu cawan itu
meski cawan itu berbau idu
tahukah kau jika hatiku mulai beruas
beruas bagaikan tebu
makin keatas rindumu padaku makin tak berbau
bahwa aku tengah mengiris rindu
tahukah jika aku selalu menunggu
menunggu jabat dari tanganmu
bukan aku tak mau menjabat dahulu
aku hanya takut jika aku menjabat tanganmu
senyum takkan pernah terukir
tahukah kamu aku ibaratkan rindu ku adalah hujan
kemudian aku mulai berkhayal
kapan hujan ini berwarna
berwarna antara ungu dan biru
aku ingin kau menyayangiku bagai kau menyayangi biru
aku ingin menyayangimu
bagai aku menyayangi ungu
ingatkah
jika dahulu kita selalu beradu tawa
menyambung cerita tentang luka
tentang duka bahkan tawa
kini aku sakau rindu
bagaikan sakaunya seorang pemabuk pada anggur
kini aku aku rindu
aku ingin
rindu datang padaku kemudian memelukku
dan aku tak akan pernah mau peluk lepas dari tubuhku
aku ingin rindu mencumbuku
hingga aku tak lagi dapat bangun karena nikmatnya bercumbu dengan rinduku
atau bolehkah aku meminta cawan
kemudian aku akan meminta rindu padamu
kemudian rindu itu akan kusimpan dalam cawan itu
kemudian sesekali kuhidu cawan itu
meski cawan itu berbau idu
tahukah kau jika hatiku mulai beruas
beruas bagaikan tebu
makin keatas rindumu padaku makin tak berbau
Kado Juni dari Okta, 2015
