Aku terkesima dengan artikel di FB yang baru aja Santi bagikan. Ini intisarinya :
Kehidupan Andrea Hirata, Tere Liye, Dee, Ahmad Fuadi, Kang Abik, Ilana Tan,
dan penulis-penulis lain, boleh jadi manis sekali. Membuat sebagian besar orang
iri. Gigit jari. Kerjanya mereka, hanya duduk di depan laptop, ongkang-ongkang
kaki, menari-narikan jemari di atas tuts-tuts keyboard pribadi. Menyulam kata
menjadi kalimat, lalu menjahitnya menjadi paragrap. Terus-menerus begitu hingga
beberapa hari. Di dunia ini hanya ada dua tipe penulis.Pertama adalah penulis stagnan. Penulis tipe ini adalah penulis amatiran
yang cepat sekali puas. Baru menerbitkan satu buku saja sudah senang bukan kepalang.
Lupa dunia. Bahkan saking girangnya hingga ia lupa menulis lagi. “Nanti dulu
lah, istirahat sebentar menulisnya.” begitu hatinya berkata. Beranggapan bahwa
setelah menerbitkan satu buku, itu juga kurang laku, maka ia sudah menang dan
selalu akan dikenang.
Tipe penulis yang kedua adalah penulis potensial. Tentu saja dia adalah
kebalikan dari penulis stagnan tadi. Penulis ini terus menerus berbenah dan
belajar. Setiap hari, ia selalu menulis. Setiap hari pula ia selalu membaca.
Baginya, tiada hari tanpa keduanya, membaca dan menulis. Kalaupun saat ini
belum ada tulisannya yang dibukukan, ia selalu percaya bahwa nanti, jika
masanya tiba, pasti tulisannya akan dikenang, dicari, dan bernilai tinggi.