Senin, 14 Desember 2015

Inspirasi: Menulis adalah Caraku Mensyukuri

        Aku menginjak pedal rem mendadak. Karena terkesima dengan pelangi di langit sore Panam ini. Segera ku keluarkan HP dari saku blazerku untuk mengabadikannya. 2 jepretan untuk 1 keindahan! ^_^. Segera ku lanjutkan perjalanan, memasuki kawasan UR kemudian berhenti di kolam Ekaliptus di depan rektorat. Aku putuskan untuk menghabiskan sore di sini. Taman ini kembal mengingatkanku pada momen launching Tentang Januari, Maret lalu. Semuanya masih sangat jelas di ingatan.
        Beberapa orang terlihat sedang duduk-duduk di atas batu-batu lintasan kolam, salah satu dari mereka sedang memfoto yang lain. 3 perempuan yang duduk 3 meter di belakangku sedang asyik bercerita. Lalu ada banyak anak muda yang berselfie ria di sepanjang tembok batu bertuliskan UNIVERSITAS RIAU. Ada pula sepasang suami istri yang berusaha keras membujuk gadis kecilnya untuk difoto. Aku memang sangat suka memperhatikan orang lain seperti ini. Aku suka mengamati bagaimana seseorang menikmati bahagianya. Sebotol Orange Squash menemaniku kali ini.
          Segera ku keluarkan laptop dan mulailah aku merangkai cerita. Mungkin ada yang mengasihani aku karena di tempat seperti ini masih juga terbebani dengan Tugas Akhir. Tapi, mereka 100% salah. Justru menulis membuatku semakin MENIKMATI momen ini. Dan, perlu juga mereka tahu bahwa yang ku tulis ini bukan tugas akhir, tapi CATATAN HATI. :)
        Kalau bukan karena rintik gerimis, mungkin aku masih tetap di sini hingga azan berkumandang.

Tapi sapanya selalu ada

"Selamat tidur sayang"
Aku baru membacanya ketika lelap hampir mampir
Ia adalah ibundaku
Tak pernah alfa mengucapi, mengecupiku dengan salamnya
Bibir sunggingkan senyum, syukuri ini

Padahal aku sering kali lupa
Tak berkabar apa
Padahal aku sering tak bercerita
Tentang apa yang dialami raga
Padahal aku tak selalu menyapa
Tapi sapanya selalu ada

Desember dalam doa ibunda, 2015