Sabtu, 12 Desember 2015

Bintang Tamu dalam Talkshow di Rabbani FM

Nama Acara : Suara Mahasiswa oleh Rabbani FM
Tema : “Berprestasi lewat Tulisan”
Penyelenggara : Rabbani FM
Waktu :  12 Desember 2015

Tentang Pencapaian :
Kalau di SUSKA FM kemarin aku dan Yudi ngomongin Tentang Januari, kali ini kami ngomongin tentang Berprestasi lewat Tulisan. Alhamdulillah, lagi-lagi kesempatan ini ku dapatkan berkat The Power of Recommendation, Yudi yang mengajakku kemarin. Aku lebih mengajak pemuda untuk rajin menulis setiap harinya, kalau masih belum pede untuk ngikuti lomba nulis, bisa diawali dengan menulis kisah diri di blog yang tersedia secara gratis. Sementara Yudi lebih menekankan untuk lebih nekat mengikuti kompetisi, karena setiap orang punya jatah gagal dan itu harus dihabiskan segera. Luar biasa sekali hari ini. Alhamdulillah. “Allah saja sudah menuliskan tentang kita di lauhul mahfuz-Nya, masa kita sebagai ciptaan-Nya justru enggan menulis?” kata Yudi.


____The more you write, the more you know yourself. (Truly Elysa)

Sempurna Hari Bersama Rabbani



       Siapapun orangnya, ia pasti akan sangat BERSYUKUR ketika kesalahannya DIMAAFKAN. Aku pun demikian. Sebagai wujud kesyukuranku, aku bertekad untuk lebih ringan hati lagi memaafkan orang lain sebagaimana kesalahanku dimaafkan. 
        Memang benar bahwa segala sesuatunya tidak seketika menjadi normal kembali. Tapi, ketulusan memaafkan yang berasal dari hati pasti akan membuat segala normal, lambat laun.
"Masalah itu bisa diselesaikan kalau kedua pihak berniat menyelesaikan."
        Aku ingat sekali kata-kata bang Wira tersebut. Aku mencontohkannya dengan kisahku sendiri. Pernah, suatu ketika aku bertengkar hebat dengan seseorang yang dipicu salah fahamnya kepadaku. Tapi, ketika aku ingin menjelaskan yang sebenarnya dia malah berkata tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dariku. Tidak sampai di situ, dia pun memintaku menjauhinya. Kalau sudah seperti ini, mungkinkan masalah bisa selesai? Mustahil. Yang bisa dilakukan hanya memaafkan di dalam hati bagi sebaik-baik dan seindah-indahnya perpisahan.

Inspirasi: Tuhan adalah Penulis

Di penghujung jam, Amanda meminta kami menjelaskan tentang pandangan Islam tentang menulis dan manfaat menulis bagi perkembangan Islam.
“Allah saja telah menuliskan tentang kisah kita di lauhul mahfuz ribuan tahun sebelum kita diciptakan, masa kita sebagai ciptaannya justru enggan menulis?” jelas Yudi. “…sebagai penutup, saya ingin mengatakan bahwa jika kelak aku tiada, lalu kau RINDU maka datangilah tulisan-tulisanku!”
Aku tersenyum untuk Yudi. Kalimatnya itu sangat aku sukai. Bahkan, pernah berbulan-bulan nongkrong di blogku sebagai deskripsi blog.
“Menulis adalah investasi ABADI. Kita hanya perlu bersusah payah menulis kebaikan 1 kali dan ribuan orang bisa membacanya berkali-kali dan merugikan kita sedikitpun. Justru dengannya, akan menjadi amal jariyah bagi kita yang menuliskan kebaikan tersebut,” tutupku. Aku teringat pula dengan deskripsi blogku; MENULIS adalah AKU; Caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.

Yang hadir diam-diam

Tak ada hujan malam ini
Gerimis yang kemarin masih tertinggal jejaknya
Terkubang pada beberapa genang
Tanah masih basah

Malam ini hanya ditamui oleh warta
Pemiliknya adalah sebuah cinta
Diam-diam ada lalu tiada
Serba tak disadari
Nyata

Desember dan kenangan usang, 2015