Sabtu, 12 Desember 2015

Inspirasi: Tuhan adalah Penulis

Di penghujung jam, Amanda meminta kami menjelaskan tentang pandangan Islam tentang menulis dan manfaat menulis bagi perkembangan Islam.
“Allah saja telah menuliskan tentang kisah kita di lauhul mahfuz ribuan tahun sebelum kita diciptakan, masa kita sebagai ciptaannya justru enggan menulis?” jelas Yudi. “…sebagai penutup, saya ingin mengatakan bahwa jika kelak aku tiada, lalu kau RINDU maka datangilah tulisan-tulisanku!”
Aku tersenyum untuk Yudi. Kalimatnya itu sangat aku sukai. Bahkan, pernah berbulan-bulan nongkrong di blogku sebagai deskripsi blog.
“Menulis adalah investasi ABADI. Kita hanya perlu bersusah payah menulis kebaikan 1 kali dan ribuan orang bisa membacanya berkali-kali dan merugikan kita sedikitpun. Justru dengannya, akan menjadi amal jariyah bagi kita yang menuliskan kebaikan tersebut,” tutupku. Aku teringat pula dengan deskripsi blogku; MENULIS adalah AKU; Caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.

Tidak ada komentar: