Di penghujung jam, Amanda meminta
kami menjelaskan tentang pandangan Islam tentang menulis dan manfaat menulis
bagi perkembangan Islam.
“Allah saja telah menuliskan
tentang kisah kita di lauhul mahfuz ribuan tahun sebelum kita diciptakan, masa
kita sebagai ciptaannya justru enggan menulis?” jelas Yudi. “…sebagai penutup,
saya ingin mengatakan bahwa jika kelak aku tiada, lalu kau RINDU maka
datangilah tulisan-tulisanku!”
Aku tersenyum untuk Yudi.
Kalimatnya itu sangat aku sukai. Bahkan, pernah berbulan-bulan nongkrong di
blogku sebagai deskripsi blog.
“Menulis adalah investasi ABADI.
Kita hanya perlu bersusah payah menulis kebaikan 1 kali dan ribuan orang bisa
membacanya berkali-kali dan merugikan kita sedikitpun. Justru dengannya, akan
menjadi amal jariyah bagi kita yang menuliskan kebaikan tersebut,” tutupku. Aku teringat pula dengan deskripsi blogku; MENULIS adalah AKU; Caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar