Senin, 10 Agustus 2015

Selamat Ulang Tahun kak Owaa

Assalamualaikum Kakak..
Bagimana kabarmu di sana?
Umurmu baru tergenap, bukan?
Itu adalah karunia Kak.
Engkau harus mensyukuri lagi pandai memaknai
Jangan hanya tentang hari ini
Tapi untuk selanjutnya
Teruslah mensyukuri.

Doaku tiada henti tentang kebaikan-kebaikan
Semoga selalu menyertaimu
Segerakanlah kerudung dilabuh kak
Sebab kita tidak tahu apakah esok masih ada
Atau tinggal sampai jumpa

Selamat berumur yang baru
Semoga di awal, tengah dan akhirnya biru
aamiin.
Untuk kak Nora Evriani, 9 Agustus 2015

Nurjamaliah (My Best Friend Ever)

Aku sering bertanya di dalam hati (meski sering ku abaikan); "Sampai kapan aku menunda segala sesuatu? Sampai semua orang benar-benar pergi atau ketika aku yang dipaksa pergi (dari dunia ini)?"

Tak kan ku tanyai SKRIPSImu, meski mu sibuk dengan segala sesuatu diluar itu. Karena sejujurnya aku takut mu duluan yang selesai. Be 100%. Ahhh ..that's ur real slogan. Tapi, minimal September ini kita dah sama2 selesai ya? amiin for S.Pd.
 

Aku benci ketika mu nuntut untuk dikunjungi sementara mu ndak juga ngunjungin aku. Cinta ketika mu kirim2 do'a dan puisi terindah buat telinga dan hatiku. Rindu ketika mu peluk aku, "Aku kangen loooo". *Segitunya kah? Sayang ketika mu terus tanyain tulisan (hutangku) yang udah tak terhitung. Semua itu hanya karenaNYA, kalo ndak? Sudahlah ndak usah sodara kita lagi. heAe. adakah yang lebih indah daripada persaudaraan karena Allah Ta'ala? Benci, cinta, rindu dan sayang kamu karena ALLAH SWT.  

Sambutanku :
Aku nggak ngerti juga nih kenapa mu tiba-tiba nge-inbox aku dengan sedemikian bersungguh-sungguh. hehe. Ya ampuun Cin, kan cuma testimoni doankk.. Kok kayak orang belum bayar utang gitu sih? haha, gumamku di dalam hati. Akan selalu ku ingat pesan-pesanmu ini :
1. Belajar memahami dan menerima respon respon orang lain
2. Wajar dalam mencintai dan membenci
3. Tahan, pikir, dan ulangi lagi kata yang hendak dihujat baik buruk

Pesanku nggak banyak sih buatmu; Hanya jangan tinggalkan aku, just be a part of my 100%. *Plisss cin jangan bicarain tentang get married dulu denganku. I am not on mood. If i want, i will telling like ussual. hehe. But, anyway, semoga 'target' tahun depanmu terwujud. aamiin. Dan, semoga kita bisa wisuda bareng di bulan Oktober nanti (if possible), tapi kalau pun DLnya daftarnya uda limit tetap aja kita musti selesai sebelum Oktober ya Cin? hehe.

Lia adalah sahabatku. Bukan hanya aku sih sebenarnya yang merasakannya. Mungkin, setiap orang yang berteman dengannya merasa Lia adalah sahabat mereka. Karena sifatnya yang luar biasa bak putri keraton (kalau ini sih gelar dibuat olehku dan Rini, hehe). Teman-teman, silahkan berteman dengan Lia di sini yaaa : https://www.facebook.com/nur.jamaliah.9?fref=ufi

Inspirasi: Dari Mana Asalnya Sawang-sawang?

"Rin, pernah perhatiin nggak rumah yang seminggu aja ditinggal pemiliknya, pasti ntar waktu pulang, udah mulai muncul sawang-sawang (baca: Lapisan yang mirip dengan sarang laba-laba) di plafonnya.”
“Nggak pernah tuh.”
“Ah, yang bener lah masa nggak pernah perhatiin sih? Sama aja dengan rumput. Kalau kita ada di rumah, meskipun nggak kita injak-injak tuh rumput, pertumbuhannya normal aja. Tapi coba kalau seminggu aja rumah jadi kosong, pasti udah tumbuh subur aja tuh rumput-rumput. Iya kan?”
“Ada aneh-anehnya El ni..”
“Iya loh Rin. Itu misterius. Dari mana si rumput dan si sawang-sawang itu tahu kalau tuan rumahnya sedang nggak di rumah. Berarti ini adalah kasus Misteri Tumbuhnya Sawang-sawang di Dinding dan Misteri Tumbuhnya Rumput di Halaman. Hahaha,” gayaku ala detektif.
“El, El mau tahu nggak apa yang sedang ku fikirkan sekarang ngelihat El kayak gini?”
“Nggak. emangnya apa yang Rini fikirin? Aku cantik?”
“Mending El nggak usah tahu aja. Mending El nggak akan sanggup dengarnya,” jelas Rini, sok miteri.

Serahasia-rahasianya Rasa

Aku terjaga pukul 03.00wib. Langsung beristighfar karena ternyata laptop dan baterai kamera masih ter cas. Menyesal. Rumusnya masih seperti rumus lama; kenapa tadi tidur-tiduran kalau belum ingin tidur? Yah, begini kejadiannya.
Aku nggak tidur lagi sampai waktu sahur tiba; pukul 04.35wib. Rini sudah bangun.
“Rin, tanganku udah 2 malam ini kram.”
“Salah posisi tidur nggak?”
“Nggak kok. Tadi aja waktu aku bangun, tidurku lurus aja. Lagian, udah sejak tadi aku bangun, tapi ini belum hilang juga.”
Kami tukaran lauk. Rini yang punya ide. Aku makan teri+tempe dari Rini dan Rini makan ekor ikan Leleku.
“Ternyata aku nggak bisa mendustai lidahku El,” kata Rini sambil menyodorkan lauknya.
Aku masih memikirkan kalimat panjang dari Lia ketika aku membuka FB tadi. Kenapa tiba-tiba? Apa dia baru bongkar-bongkar blogku? *tingkah para penggemar itu emang kadang-kadang lucu, pemirsaaa...huhuuu.
Menjelang subuh, aku sempat tertidur sebentar dan dibangunkan oleh Rini. Maklumlah, aku nggak pernah-pernahnya bangun sedini tadi.