Rabu, 05 Agustus 2015

Jirawat Kantalo (My Thailand's Friend)

Me : Jirawat.... if i ask you about my personality, what do you want to say? (as long as we become friend)
Jirawat : Your personality?? Do you want to see my answer? Hahaha
Me : Yeaahhh. I am waiting u..
Jirawat : U are cheerfully and funny a lot
Me : There is no more?
Jirawat : Nope
Me : *#@*!?

Welcoming You :
Thank for being my friend as me in Thailand until now a day. You are one of funny Thai's Friends i ever met. I will never forget how i hunt you to take my picture everytime and everyplace. haha, but you never angry or hate me. Thanks for being my great Photographer the best ever. Never boring to keep in contact with me...^_^ Korb khun kaa. 

Inspirasi: Menulis untuk Mengabadikan Kisah

"Rin, tadi Bang Zul dan Bang Saide bilang gini; ‘Nilah tujuan kami ketemu Eliss..bukan sekedar ketemuan. Kami pengen juga cerita kami di terbitin di blog Elis’ gitu kata mereka Rin. Hemmmm… puncak dari hobiku ini adalah aku ingin membuat semua orang merasa bahagia dan bangga karena berinteraksi denganku.”
“Ya, karena mereka pasti akan El ceritakan di blog kan?”
“Iya. Tentang mereka akan ku ceritakan dan terabadikan di sana. Yaah, yang paling banyak namanya ya Rini lah. Sihiiiyyy..”
“Huweekk.”

Feeling for Understanding

Aku dapat teguran dari Lia tadi sore.
“Androidmu ke mana sih Cin?”
“Tidur di rumah.”
“Aktifkanlah. Gimanalah mu Cin? Terus, androidmu apa gunanya? Padahal dulu mu yang bilang, ‘Cin, pertukaran informasi zaman sekarang itu semakin cepat. Naa..naa..naa…’ Sekarang malah mu yang aktif. Atau udah keenakan ngeblog ya? Huahhh..”
“Iya nih, kok aku jadi ngerasa nggak terlalu butuh android ya?”
Sebenarnya, aku pengen beli android baru Cin, yang lebih tahan batrainya. Rencanya sih Vivo. Tapi aku hanya mengucapkan kalimat itu di dalam hati. Lia nggak perlu tahu sekarang, karena aku takutnya malah nggak jadi beli. Heheh.
Mungkin, Lia merasakan efek domino semenjak beberapa bulan ini aku ogah-ogahan ngaktifkan android. Dia jadi susah ngubungin aku dan terpaksa harus bolak-balik beli pulsa kalau aku keperluan sama aku. Rini jadi sering kami jadikan perantara komunikasi karena Andronya selalu standby. Hihiikkss.
Dan, malamnya, giliran Rini yang ngomelin aku karena kegendutanku. Ceritanya, kami baru selesai ngaji dan Rini tiba-tiba bilang gini,
“El, lihatlah badan El tuu haaa! Tinggal kepala El ajalah loh yang kecil. Iisss…tengoklah tuuu genduut kali lah badan El!”
“Hukkk huukkk. Rin kok ngomongnya gituu?”
“Iya loh. Udah nggak proposional lagi loh Ellll! Ya ampuunn,” gertak Rini tapi dengan nada pelan. Dari nada bicaranya kelihatan banget kalau di geram banget dengan kegendutanku. “Ihhhh..benci kalilah aku lihat El niii!”
“Lohh??? Loh?”

Untuk Cinta

Kalimat bukan kalimat biasa
Dinamai puisi, tapi masih tak sempurna
Namun terbaca ke arahku
Di pertigaan malam ini
Memang tak biasa dari yang biasa
Aku sampai tersipu dalam baca
Bibir tetap bisu tapi hati sibuk mengeja
Mengejar ingatan dan beberapa rindu yang dulu
Sudah lama kita tak saling bertamu
Bertemu tetap di tengah rindu
Sebab luang telah lama jadi buru
Sudah lama kita tak saling memeluk
Sebab peluk telah berlekuk
Padahal rindu sudah lebih dari biru atau ungu
Atau malah merah jambu
Yang pasti pada detik ini adalah; kita saling rindu
Agustus memangku Rindu, 2015
#AmongUs