Jumat, 20 November 2015

Inspirasi: Menulisku, Istirahatku


“Ya Allah, izinkan hamba hidup dalam ‘kemewahan’ hati, rasa dan cinta dalam tulisan dan persahabatan yang menghebatkan. Aamiin.”
Aku jadi teringat dengan pertanyaan seorang junior setelah membaca blogku…
                “Kakak nggak capek nulis terus Kak?”
“Nggak. Justru seneeeng banget. Hehee,” jawabku. Sebuah kalimat pun berlanjut diam-diam di dalam hati; Dek, justru MENULIS ini adalah cara kakak BERISTIRAHAT.

Taubat itu tidak Sebatas atas Maksiat



Aku terbangun karena eongan kucing. Tumben banget sepagi ini dia udah bangun dan mengeong-ngeong. Aku curiga dia mau eek. Akhirnya, segera ku buka jendela dan mengeluarkannya. Kembali ku dapati kamar ini benar-benar kayak kapal pecah. Sambil mengucek mata, ku lipat selimut tebal yang menjadi alasku tidur semalam. Aku memang sengaja tidak tidur di atas kasur karena kasur pun berantakan oleh barang-barang pecah belah (?). hehee.
“Alhamdulillahilladzi akhyanaa ba’damaa ‘amatanaa wailayhinnushuur..”
Setelah sholat Subuh, aku berdoa memohon ketetapan hati kepada Allah; sebaiknya aku pergi ke Kampar bersama Lia atau tidak.
Cin… jam 07.30wib kita berangkat ya dari Panaam… See u.
Pesan singkat dari Lia barusan semakin menambah gelisahku. Memang, semalam secara tersirat mami sudah mengizinkanku. Pertimbangannya sekarang tergantung padaku. Karena, biasanya sekalipun sudah direstui, aku tetap wajib mempertimbangkan segala sesuatunya kembali. *ciyeee..yang udah dewasaaa.

November Novel

Searah lika-liku jalan
Terjarah berbagai khayal

Aku suka kamu menyuka
Tapi lebih suka jika kamu tak menyuka

Cinta selalu sempurna
Kita yang tak pernah sempurna


Kita tak serupa cinta
Kita tak sesempurna cinta

NAMIRA
(Ketika cinta jatuh, utuh lalu menjauh)

Tentang beberapa judul rancangan
Ntahlah!
Masih entah
Terpenjarakan khayal kesempurnaan

November Novel, 2015