Kebodohan jenis apa ini?
Tak hendak lelap, tapi dilenakan niat untuk lelap
Apa-apaan ini?
Bukan hanya semenit, dua menit
Tapi 2 jam lamanya
Pagi pula waktunya
Mau jadi apa mimpiku kalau pemimpin-nya pemimpi?
Pemimpi dalam mimpi-mimpi yang sebenar mimpi
Yang nyata tak terjamah
Padahal mimpi harusnya me-nyata
Tuhan... Maafkan kebodohan pagiku ini
Sungguh, hanya Engkau yang ku harapkan sebagai pemaklumku
Padamu, ku kesahkan segala kebodohan
Karena aku yakin Engkau tak hendak menyalahkanku
Di hadapan-Mu, aku tetaplah si kecil kecintaan
Bukankah benar begitu, Tuhan?
Tak hendak lelap, tapi dilenakan niat untuk lelap
Apa-apaan ini?
Bukan hanya semenit, dua menit
Tapi 2 jam lamanya
Pagi pula waktunya
Mau jadi apa mimpiku kalau pemimpin-nya pemimpi?
Pemimpi dalam mimpi-mimpi yang sebenar mimpi
Yang nyata tak terjamah
Tuhan... Maafkan kebodohan pagiku ini
Sungguh, hanya Engkau yang ku harapkan sebagai pemaklumku
Padamu, ku kesahkan segala kebodohan
Karena aku yakin Engkau tak hendak menyalahkanku
Di hadapan-Mu, aku tetaplah si kecil kecintaan
Bukankah benar begitu, Tuhan?
September di hadapan Pemaklum. 2015
