Minggu, 08 Maret 2015

Hari Perempuan Int'

                               "Perempuan                                    melangkahi
                      ular tiada lepas.” Yang               didedah di atas bermakna :
               Perempuan pendek langkah, ta     pi tiada henti cabarannya bercuap
              Ada kala tiada suara cara berkata. Ada kalanya suara disekap bawah
               tempurung ber-bara sengat. Adalah ia yang lemah sesungguh lemah.
                   Tapi lemah diluah bibir najis. Berkata tapi berbahasa basi-pasi  
                       Sering dibulan-bulankan bulan sendiri. Padahal matahari
                             tak tinggalkan hari Ah, sudah! salah siapa salah?
                                      Mungkin hari  sudah bosan menyapa
                                              ada saatnya kita melebihkan
                                                     pada kata atau mata 
                                                           jangan  buta
Sembah untuk hari perempuan int’, 8 Maret 2015

Memenuhi Janji Kepada yang Terjanji

Nilam bebas memiliki-ku hari ini. Aku benar-benar mengosongkan jadwal. Ada peringatan Hari Perempuan Internasional hari ini sebenarnya di Car Free Day jam 06.00, tapi aku hanya menitipkan puisiku pada kak Wulan. Ada rapat URC jam 4 pun gak bisa aku ikuti karena harus ngantar Nilam. Hari ini Nilam kecanduan banget dengan novelnya Lia yang judulnya Wo Ai Ni Allah. Sampek-sampek dipinjemnya. *ntahlah boleh atau gak baca novel di pesantren.

Hari ini, sarapan hingga makan siangku ditanggung oleh uang Nilam. Aku bener-bener lagi gak pegang uang. Mama sampek heran kemana aja uang kemaren. Setelah aku jelaskan bahwa teman-teman belum ada yang mengangsur uang buku dan buku belum laris, baru mama mengerti. Tapi sekaligus gak mau tahu, soalnya gak ada penawaran mau dikirim uang berapa. Aku yang terpaksa harus berhemat ria ini sama sekali tidak menyesali telah berkorban sejauh ini untuk TENTANG JANUARI. Sama sekali aku tidak menyesal apalagi menyalahkan mereka. Aku cinta

Sebab tidak kemana-mana dan beban dana, aku berhasil menulis 30-an puisi hari ini dan mengirimkannya ke 7 media cetak. Semoga ya Allah ^_^

Inspirasi: Masuk Syurga dengan Merangkak

Rosulullah berkata kepada Abdurrahman bin Auf :
"Wahai Abdurrahman bin Auf, ketahuilah bahwa kamu akan masuk syurga dengan merangkak karena hartamu ini. Pinjamkanlah hartamu kepada Allah agar lancar kedua kakimu."
Lalu abdurrahman beristighfar dan memberikan separuh hartanya kepada Allah.

Rosulullah berdoa kemudian, "Semoga Allah memberkahimu dalam apa yang kamu tahan dan yang kamu berikan."

Allah akan menambah dan melipatgandakan pahal dan rezeki jika kita ikhlas menghabiskan kekayaan kita di jalan Allah (Buku Syurga bagi Si Ahli Maksiat)