Tampilkan postingan dengan label One Day One Art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Day One Art. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2020

Welcoming U happily ^_^







SELAMAT DATANG di halaman SENI ^_^

Nah, di halaman ini tersaji beberapa tulisan seniku. Ada yang ditulis on the spot (alias dadakan saat mau ngepots), ada juga yang ditayangkan dari beberapa koleksi tua. Ada Puisi, Cerpen, nasihat Al-Quran, Fiksimini, Pribahasa de el el. Aku ingin beterimakasih kepada seni yang telah mengajariku cara memaknai hati di hari-hari. Lewat seni aku belajar bagaimana caranya mengungkap marah dengan ramah, bagaimana menikmati sedih tapi tak perih dan bagaimana mensyukuri bahagia tapi tak jumawa.

Ilmu pengetahuan itu menghidupkan fikiran
Sedangkan seni itu mengasah kepekaan perasaan
Kedua sama-sama penting menurutku, karena hidup kita butuh KESEIMBANGAN

Mungkin nanti (tapi semoga tidak ada) di antara pembaca ada yang bilang "Biasa banget nih tulisannya!," tapi bagiku tulisanku tetep 'KEREN'. Karena aku telah membuatnya terlahir dan menjadi ada. Daripada hanya mengutuk dan menyekapnya di dalam kepala. Kalau bukan kita yang menghargai karya diri, lantas siapa lagi? Mau jelek kek, mau biasa kek, yang penting terus menulisss!, Ya nggak? *lipat tangan, angkat dagu

Monggo dinikmati tulisannya.
^_^ Penuh cinta : Elysa_RA

Sabtu, 05 November 2016

Selamat Ulang Tahun dek Tengku


Sejak sajak terakhir di tahun lalu
hingga sajak baru ku tulis kembali hari ini
masih tentang hari yang sama
harimu
sempurnanya usia
ingin ku ucapkan selamat berbahagia
dalam usia yang menyempurna
tetaplah seindah dirimu saat ini
aku menyayangimu dari jarak sekian dan sedemikian jauhnya nanti
seberapa sanggup jarak menjarak
aku harap kita tetap terpelihara dalam kehangatan sejenis ini
ku titip cahayaku padamu...
pastikan ia terus bersinar
jika meredup, mereduplah dengan gemerlap nan anggun
jangan padam!
jangan padam!
Sekali lagi, jangan padam!
Teruslah bersinar wahai cahaya

untuk dek Tengku Novenia Yahya
05 November 2016

Senin, 14 Maret 2016

Puisi adalah Inspirasi

Jangankan yang membaca puisi
Bisa saja salah tafsir
Yang menuliskannya pun
Bisa juga salah tafsir

Sebab puisi adalah milik hati
Tergantung hati
Membacanya seperti apa
Menafsirkannya bagaimana
Mengkhayalkannya menjadi apa

Maret dan tafsiran puisi, 2016

Minggu, 13 Maret 2016

Cukup

Darimu ku temukan kata 'CUKUP'
Tanpa batas, tanpa kekang, tanpa jangan
waktu menyadarkanku bahwa kamulah yang ku cari
CUKUP
yang tidak pernah secukup ini sebelumnya

Aku dan kecukupan, 08 Sept 2016

Sabtu, 12 Maret 2016

Pulih itu butuh Waktu

Hati ini belum pulih.
Tapi mungkin hatimu lebih sakit.
Aku merasa sakit karena sakitmu.
Tapi, mau bagaimana lagi?
Bukankah katamu, masa lalu tak mungkin bisa diperbaiki?
Kita hanya bisa berencana untuk masa depan.
Masa sekarang, akan kita lewati bersama lagi kan?
Kita sedang sama-sama berdiam
Berusaha memberi waktu pada luka-luka
Supaya segera sembuh dan pulih
Lalu, selanjutnya kita bisa main bersama lagi..


 
Maret dan luka, 2016

Jumat, 11 Maret 2016

Tak selalu dipedulikan

Ada kalanya tak ada yang peduli dengan segala kita
Padahal saat itu, kita sangat memerlukan segala kata
Tangis tiba-tiba meluncur
Tawa tersengal
Sebab tak ada satupun puisi lagi yang tercipta
Segalanya serba 'aku'


Maret dan perjalanan hati, 2016

Kamis, 10 Maret 2016

Penulisnya Puisi pun bisa keliru

Jangankan yang membaca puisi
Bisa saja salah tafsir
Yang menuliskannya pun
Bisa juga salah tafsir

Sebab puisi adalah milik hati
Tergantung hati
Membacanya seperti apa
Menafsirkannya bagaimana
Mengkhayalkannya menjadi apa

Maret dan tafsiran puisi, 2016

Rabu, 09 Maret 2016

Sepasang Rindu yang Menahun

Ini adalah pertemuan sepasang rindu yang bertahun terpelihara dalam jarak. Ini adalah pertemuan sepasang rindu dalam jarak jangkau yang sebenarnya tetap sama, namun berpindah arah. Ini adalah pertemuan sepasang rindu yang juga diamiinkan semesta. Hari ini, seluruh penghuni angkasa ber-riang gembira, menjadi saksi pertemuan Bulan dan Matahari. Bumi menjadi pendoa yang paling setia untuk keduanya. Meski hanya bisa menyatu dalam hitungan menit, sudah cukup katanya. Bumi mendadak khawatir, jika waktu telah mencapai batas, ia akan menyaksikan Bulan dan Matahari akan saling bertabrakan dan berkelahi, bahkan saling menghancurkan. Tidak hanya Bulan dan Matahari, perpecahan itu juga terjadi pada seluruh penghuni angkasa. Pada hari itu, seolah-olah hanya Pemilik Hati  saja yang memiliki hati. Selebihnya, kita saling meniadakan. Ata perintahNya.

Kisah Bulan dan Matahari, 9 Maret 2016

Selasa, 08 Maret 2016

Lembabkan bumi

Api seolah sudah menjadi tamu berlabel 'selalu'
terornya setiap waktu
utamanya bagi wilayah kerontang nun di bilik-bilik rawa
aku masih mematung di tempat yang cukup jauh
"Kapan kita lembabkan bumi? Supaya api tak betah di sini dan tak datang lagi ke sini?"
Tanyaku pada langit tua
Tak ada jawaban yang tersedia

Maret dan jelang RDDSIBU, 2016

Senin, 07 Maret 2016

Tanpa Menulis, aku berhenti Mencintai

Haiii Maret?
Selamat datang ke arahku...

Beberapa hari ini aku alfa menyetor tulisan
Ternyata tragedi pagi itu cukup membuatku diam
Diam dan tak bergerak sama sekali
Diam di tempat bersama tulisan yang masih ku timbang-timbang
Hari ini aku merasa seperti ada yang hilang
Seperti tak hidup
Seperti tak bahagia
Padahal hari ini dan kemarin pun aku tertawa
Tapi terasa ada yang kurang
"Ini bukan aku yang seutuh kemarin!" seruku dalam hati.
Sadarlah aku kemudian, bahwa MENULIS-lah yang sudah terluput
Tanpa menulis, aku seolah belum benar-benar hidup kemarin
Seolah belum mensyukuri hari
dan yang paling parah... aku seolah belum 'mencintai' diriku dan mereka-ku


Maret yang kembali ber-huruf... 2016

Minggu, 06 Maret 2016

Kamu yang biasa saja padaku

"Banyak kali tulisannya! Aku saja sampai lelah membacanya."
Begitulah katamu, kepadanya, beberapa hari yang lalu
Kau tentu kaget kalau membaca tulisanku ini.
"Bagaimana caranya kamu bisa tahu?" pasti itu yang ter-tanyakan olehmu

Ya... aku tentu tahulah
Aku tahu banyak sekali tentang dirimu
Bahkan lebih banyak dari yang kau prediksi
Mungkin, di antara kita berdua, akulah yang paling 'gigih' seperti ini
Tentu saja karena aku menyimpan rasa padamu

Kau... mungkin biasa saja padaku
Sebab kau menganggapku temanmu yang luar biasa
Sekalipun kau mengagumiku, itu tak menunjukkan bahwa kau punya apa-apa
Di dalam hatimu sana

Maret dan aku yang selalu diam, 2016

Sabtu, 05 Maret 2016

Kita adalah Kekosongan

Kita adalah KEKOSONGAN
Ruang-ruang dan jeda-jeda di setiap hari kita
adalah kekosongan
dan akan tetap bernama kekosongan
hingga ruang dan jeda kosong itu terisi
oleh jiwa yang juga kosong
kosong dan kemudian saling mengisi
saling mencahayai
saling menghiasi
saling mewarnai
hingga yang ada hanyalah ruang indah dan berpenghuni berkah

Maret dan pernikahan, 2016

Kamis, 03 Maret 2016

Si Tengah

Aku adalah orang yang serba terlanjur
Inginnya hanya sebentar, tapi terlanjut keterusan
Niatnya hanya singgah, tapi terlanjur menetap
Awalnya ingin coba-coba, tapi terlanjur menikmati

Ah...!
Kiranya sangatlah susah menjadi si tengah
Apalagi untuk orang yang sepertiku
Inginnya serba penuh atau kosong sama sekali
Padahal, si tengah adalah sosok yang didambakan banyak pendamba
Si tengah adalah posisi terbaik
Tidak terlalu maju
Tidak terlalu mundur
Tapi bisa maju
dan bisa mundur
Semudah itu...

Maret dan posisi tengah, 2016

Rabu, 02 Maret 2016

Diam dan Bicara

Banyak sekali yang ingin berbicara
supaya terlihat oleh banyak mata
supaya terbicarakan sebagai buah bibir
supaya terbaca sebagai buah pikir

Tak banyak yang ingin ber-diam
menjadi pendengar atau pemerhati pada pembicara
menjadi penyimak gerak bibir
menjadi pelihat kerling mata
menjadi penulis segala ucap-laku

Adakah di antara tuan yang tahan diam?
Belum tahukah Tuan bahwa diam pun adalah sebentuk bicara?

Maret dan diam, 2016

Selasa, 01 Maret 2016

Karena kita punya batas

"Jangan pernah berniat terlihat baik di depan orang!" serumu pada suatu waktu
Beberapa hari yang tak begitu jauh dari hari itu, kau pun pernah berkata serupa
"Jangan bohongi dirimu demi menyenangkan hati orang!"

Aku tak mengerti saat itu
Hari ini barulah tersadarkan oleh kekecewaan
Dari seseorang yang ku fikir tidak akan pernah kecewa padaku
Karena ia pernah berjanji begitu. Dulu.
Tapi apa nyatanya?
Dia justru mengaku bahwa ia sulit memaafkanku

"Kita tidak pernah bisa MEMUASKAN semua orang! Sekalipun dengan kebaikan ter-baik kita."
Demikian gerutuku setelah semua tragedi itu.

Setelah Februari, 2016

Senin, 29 Februari 2016

Aku dan Akunmu

Tahukah kamu apa yang ku lakukan hari ini?
Diam-diam melihat akunmu,
Diam-diam merindukan jumlah postingannya bertambah
Diam-diam kecewa karena jumlahnya masih sama
Diam-diam kembali membaca tulisan lamamu
Diam-diam tersenyum
Diam-diam berharap kamu tahu apa yang ku lakukan
Diam-diam mendoakanmu
dan diam-diam kembali menutup akunmu




Februari dan akunmu, 2016

Minggu, 28 Februari 2016

Mempuisikan seseorang

Kau tahu bagaimana rasanya ratusan kali mempuisikan seseorang sedangkan dia tak sekalipun membacanya? Tapi, tentu lebih sedih lagi ketika kamu mempuisikan seseorang yang tak menyukai puisi. Barangkali rasanya seperti menanam bunga dan tak pernah menikmati mekarnya.


Feruari dan puisi-puisi untukmu, 2016

Sabtu, 27 Februari 2016

Tujuanmu Membaca Tulisanku



Tujuan orang membaca tulisanku itu beragam; Ada yang sekedar menyukai caraku bercerita, ada yang ingin tahu kabarku + apa yang ku lakukan pada hari itu, ada yang sekedar ingin mencari tahu tentang kebiasaan burukku dan ada pula yang membaca tulisanku karena ia mencintaiku. Alasan yang terakhir inilah yang paling aku sukai. Meskipun aku tahu, kamu hanya membaca tulisanku yang ku tunjukkan padamu, tapi ku harap kelak engkau akan benar-benar mencintai tulisan-tulisanku, sekalipun tidak untuk mencintaiku. 

Rumah  Februari, 2016

Jumat, 26 Februari 2016

Kapan aku jatuh cinta?



Jika kelak engkau bertanya… sejak kapan aku mencintaimu?
Maka akan ku jawab; “Sejak pertama kali kamu jatuh cinta pada tulisan-tulisanku.”


Jika kelak pada Februari 2016

Kamis, 25 Februari 2016

Sepucuk surat untukmu, dek



Untuk adik-adik yang dekat denganku…
Dek, sejujurnya Kakak nggak selalu SIAP dengan CEMOOHANMU sekalipun itu hanya CANDAANMU saja. Kakak juga tidak selalu SANGGUP berdebat denganmu (sebenarnya). Apalagi jika itu semakin memperlihatkan bahwa kakak tidak LEBIH tahu darimu. Bahkan sejujurnya Kakak tidak menyukai perdebatan. Hati ini tetap hati manusia Dek; Bisa merasa tersinggung, sedih, marah atau kecewa.
Kakak tahu kamu hanya bercanda. Tapi, tidak bisakah kau pilih candaan yang lebih RAMAH? Beruntung saat ini Kakak sudah jauh lebih stabil daripada Kakak yang dulu, sebelum kita saling mengenal. Dulu, Kakak bisa dengan tega membalas KETERSINGGUNGAN Kakak kepada seseorang sekalipun itu di tempat umum dan ia adalah orang terdekat.
Kita tidak sedang bersaing kan Dek? Maka tolong jangan MERENDAHKAN Kakak ketika posisimu lebih tinggi. Jangan pula DENGKI kepada Kakak manakala posisi kakak lebih tinggi darimu. Kita kan saudara? Kenapa mesti membawa kedengkian dalam persaudaraan ini?

Dan satu lagi. Perbanyaklah MERENDAHKAN hatimu. Ada saatnya tak jadi masalah jika kamu MENINGGIKAN diri. Tapi akan jadi masalah jika kamu selalu begitu dan tak tahu WAKTU. Kakak hanya ingin kamu tumbuh dewasa sebagai sosok yang tak hanya CERDAS Pemikirannya tapi juga CERDAS perasaannya. Orang tua kita mungkin tak tahu sampai sebegini detilnya tentang keadaan jiwa kita. Sebaliknya, teman-teman di sekitar kita lah yang paling bisa merasakan karakter kita. Maka, merasa beruntunglah jika ada teman yang suka MENASEHATIMU. Itu pun nantinya akan berguna untuk kehidupanmu. Ingat Dek, kadang kita tak perlu menunjukkan KEPINTARAN yang kita punya kepada orang lain. Tetapi sikap yang HANGAT dan BERSAHABAT adalah hal yang dirindukan kapanpun dan dimana pun kita berada.
 
Tapi, ketahuilah Dek. Kakak berbicara seperti ini bukan berarti rasa sayang kakak berkurang padamu. Ia tetap dan akan selalu tumbuh di sana. Di hati.


Surat Februari, 2016