MENULIS adalah AKU; caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Senin, 15 Juni 2015
Jangan Dirasa-rasa Supaya Tidak Terbiasa
Dengan mata yang masih lengket dan menyipit, aku melemparkan
pandangan ke luar jendela mobil. Huaahh, ada beberapa bencong yang sedang
berdiri cantik di pinggiran jalan Arengka. Seumur jagung aku di Pekanbaru, baru
kali ini aku melihat pemandangan seperti ini.
“Hiii..kalau lihat cowok, pasti dikejar tuh sama mereka.”
Aku tersenyum geli mendengarnya. Segitu agresifnya kah
mereka?
Kami sudah memasuki kawasan UR. Gerbang yang masih ditutup
oleh satpam kampus perlahan dibukanya setelah bang In menjelaskan tentang kami.
Renca membawa Laili nginap di kosanku gagal seketika ketika ku sadari bahwa
saat ini sudah pukul 04.00wib. Ya Allah, aku nggak nyangka akan sampai selama
ini perjalanannya. Aku benar-benar nggak mau dan nggak sanggup kalau kakak
kosku menduga yang tidak-tidak tentangku.
“Dira, aku ikut ke rumah Dira boleh?”
“Boleh, yuklah Chaa.”
“Kak, kalau ke rumah Kak Dira kan di jalan Delima, mending
Adek langsung pulang ke rumah aja deh. Nanggung, tinggal dikit lagi ke Fajar.”
“Oh ya udah, terserah Adek aja. Ntar diiringin pake mobil
ini sampai ke Delima.”
“Eyyyy, Fajar itu jalannya sunyi kali loh Say. Janganlah
nekat. Mending ke rumah Dira aja, jam-jam 6 barulah pulang. Lebih aman tuh
Say.”
Nasehat: 10 Wasiat Hasan Al-Bana
1. Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau
bagaimana pun keadaannya.
2. Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur'an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.
3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.
5. Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.
6. Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.
7. Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.
8. Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
9. Berta'aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta'awun (kerja sama)
10. Kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.
2. Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur'an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.
3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.
5. Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.
6. Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.
7. Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.
8. Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
9. Berta'aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta'awun (kerja sama)
10. Kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
