Jumat, 05 Juni 2015

Pemenang 3 MTQM Cabang Musabaqoh KTIA

Nama Acara : MTQ Mahasiswa tingkat Universitas Riau bertema ‘Al-Quran dan Revitalisasi Insan Menuju UR madani’
Penyelenggara : UKMI se-Universitas Riau
Waktu : 1-5 Juni 2015
Judul Karya : ODOS (One Day One Sheet); Kelompok Mengaji dengan Program Pemimpin Bergilir sebagai Wadah Pembentuk Karakter Kepemimpinan

Tentang pencapaian :
Setelah 2 tahun masa penantian, akhirnya kembali diselenggaran MTQ mahasiswa tingkat Universitas Riau. Sudah pasti KTIlah yang ku pilih sebagai jalanku untuk bisa go nasional. Tapi, ternyata Allah berkata “Tunggu” lagi kepadaku. Kali ini, aku nggak sendirian, ada Lia dan Rini bersamaku. Mimpiku semakin besar karena bukan hanya berniat menerbangkan diriku sendiri tetapi juga menerbang Rini dan Lia. Harapanku begitu besar untuk Rini diujung studi seperti ini. Setidaknya, sebelum berpisah dia telah terbang bersamaku untuk presentasi KTI yang sama sekali belum pernah ditulisnya sebelum ini. Kisah Rini tersebut tak jauh berbeda dengan Lia.
Well, sekalipun nggak bisa terbang ke UI, Alhamdulillah Rini udah megang 1 piala sebelum wisuda. Harapan kami untuk terbang ke UI bertambah besar ketika mengetahui bahwa juara 1nya belum tentu yang akan menjadi wakil kampus karena masih ada tahap pembinaan untuk para pemenang. Bertepatan di bulan ramadhan pula pembimbingan KTI ituu dilangsungkan. Dari sana kami banyak mendapatkaan ilmu baru. Ustad Fahri adalah juri sekaligus pelatih kami.
Dann…ketika diumumkan, ternyata Allah kembali berkata “Belum” kepada kami. Alhamdulillah, apapun yang terjadi harus selalu disyukuri karena kami pun sudah berusaha semaksimal mungkin. Terimakasih ya Allah atas pengajaran-Mu ini.

___Jangan ratapi kegagalanmu, tapi nikmati kejutan dari Tuhanmu (Truly Elysa)

Rindu Masih Ranum

Rindu masih ranum
Meski tak lama terjenguk
Terabaikan waktu
Sengaja tak mau mengurusi
Tapi rindu tetap kan jadi rindu
Meski malam masih tanpa tamu
Dan selalu begitu

Dalam kejar waktu, Juni 2015

INFO: Acara TV banyak yang Nggak Mendidik

"Dek, lihatlah tuh!"
"Apa Kak?" tanya Okta,
"Acara-acara TV ni banyak banget yang nggak penting ya?"
"Iya Kak. Bener."
"Makin banyak nonton TV, makin bodoh kita dibuatnya. Kadang Kakak nggak habis fikir aja dengan acara-acara bagi-bagi hadiah itu. Kok gampang banget sih? Yang hadir di acara itu pun pasti orang-orang yang menengah. Kenapa nggak disumbangin ke anak terlantar atau masyarakat miskin aja uangnya? Ini acara pake narsis-narsisan, masuk TV, dapat jutaan Rupiah dengan mudah. Kadang ntahlah!" jelasku.