Jumat, 13 Maret 2015

Suasana PEKON Saat Ini Dalam Masa Lalu

Tema pakaianku hari ini rock and roll.
Aku pakai kaos dari Thailand, pemberian Jirawat (Note) saat malam terakhir setelah pulang dari Asiatique. Diluarnya pakai kemeja warna cokelat dari Rini dan aku gulung sedikit dibagian tangannya, dalamnya pakai manset coklat pula. Jilbabnya bergaya santai tapi funky plus eye linner yang mempertegas mata. Huaaa, ngerasa santai banget dan nggak mungkin ketemu dosen dengan gaya seperti ini. Huaaa, setelah nganterin kak Dila ke depan Mona, aku minta difotoin. Ciisss!

Ada janji temu dengan PENAPPUCINO-ers pagi ini.
Hari masih sangat pagi. Sejuk udara sangat jelas terasa, memenuhi rongga dada ketika dihirup dan ditahan. Sungguh! Suasana seperti ini tidak akan dirasakan kalau kita cuma diem aja di kamar. Aku memarkirkan motor di parkiran PEKON -tempat parkirku dulu waktu masih ada perkuliahan. Dengan penuh senyum dan pesona (ntah pada siapa, soalnya belum ada orang, heehe), aku melintasi ruang-ruang kelas. Nyesss! Rasanya kembali lagi ke masa-masa pagi dulu. Nungguin dosen yang katanya akan masuk dan ketika nggak jadi masuk maka kami akan bersorak sorai kegirangan (hihii, ketahuan males belajar).

Inspirasi: Suka Mengukur

Orang-orang sering sekali suka mengukur.
Sebaiknya jangan suka mengukur apa yang kita punya
Tapi, ukurlah apa-apa yang bisa kita berikan.

(Khairul Tanjung dalam Mata Najwa)
Beliau adalah orang no. 3 terkaya di Indonesia
#Inspirasi dari Penulis: Chairul Tanjung

Suasana Lama dalam Aroma Baru

Aroma pagi memnuhi dinding-dinding penghirup
ditingkahi rindu-rindu yang mengejek perasa
masih begitu segar dari caraku mengingat segala jejak
ditambah pula segar dari apa yang ada kini
semuanya saling melengkapi segala
- aroma kursi-kursi tunggu,
- derit kursi dirapikan,
- papan putih kosong menunggu ditulisi,
- sebuah suara mendominasi puluhan bisu,
bagai seliweran slide presentasi di roll benak
aku menikmati segala bagai ini
sekaligus rindu pada yang seandainya mungkin

Suasana Kelas Pekon dalam Kaca Mata Masa Lalu
Maret merindu di 2015