Minggu, 28 Juni 2015

Selamat Ulang Tahun Mbak Nyi Astuti

Telah bertambah jarak
Dari muasalnya di titik nisbi
Detk-menit-jam telah jadi saksi
Dalam masa-masa yang kini disebut lalu
Adalah ia kita namai anugerah
Pun ingatan tentang sebuah batas

Juni kali ini jadi tuan ruma ramadhan
Mungkin akan berbeda dengan tahun sebelum dan sesudah
Ini adalah momen yang special bukan?
Aku turut berdoa untuk segala genap bahagiamu
Semoga yang belum akan terwujud
Yang nanti akan segera jadi kini
Yang mustahil akan jadi mungkin

Selalu ku sisihkan waktu untuk berbagi kata di momen sejenis ini
Semoga doamu tetap terbagi untukku, Mbak
Pun aku yang kini tak terlihat secara kasat
Tetap baik dan sejahtera dalam segala masa
Juga bahagia dalam segala ada

Selamat ulang tahun Mbak Nyi
Warm Regards: Elysa, adikmu

Ramadhan ke-11; Menyayangi yang Ada di Sisi


“Emangnya udah jam berapa ini?”
“Setengah 6.”
“Laa illa haillallah!. Astaghfirullahal aziim. Kok bisa nggak terbangun sih? Ya allah.”
“Tulah, aku pun nggak sadar sama sekali.”
“Astaghfirullah. Laa illa ha illallah. Ya ampuuuun, yah, nggak sahur berarti.”
“Cin, bangun, bangun! Udah jam setengah 6 haa.”
Lia mencolek tubuhku. Sebenarnya, tanpa dibangunkan pun aku sudah sadar. Bahkan sejak zikir pertama yang diucapkan Lia ketika kaget.
“Bener kan feelingku semalam? Kuat kali firasatku kalau kita nggak terbangun pagi ini,” kataku dengan mata yang masih menyipit.
“Iya ya Cin? Padahal alarm di atas kepala loh,” tambah Lia.
Hemm..alarmku pun di atas kepalaku Cin, tapi hehe, ya beginilah aku adanya.

Nasehat: Hati-hati dengan Arah Kiblat


“...jadi Pak, Buk, kita itu sholat bukan asal-asalan menghadap aja. Kita harus memastikan, apakah benar arah kiblat kita sudah tepat. Karena, meleset saja kita 1 derajat dari ka’bah, itu sama dengan kita udah bergeser arah sejauh 162km. Tahu Pak, berapa jauhnya 162km itu? Macam dari sini ke Bangkinang, lewat lagi.”
Seluruh jamaah sholat Tarawih manggut-manggut menyimak tausiyah tersebut.
“Haa, mushola ini pun nampaknya salah arah ini. Kiblat itu nggak lurus seperti ini, tapi agak miring sedikit lagi ke kanan. sekarang kan zaman sudah canggih, cobalah cek lewat kompas dari android.”
Sebenarnya, kalau benar arah mesjid ini salah, ada jalan lain selain pembongkaran ulang; yaitu pengaturan arah sajadahnya, bathinku.