Sabtu, 05 September 2015

Mengapa Terlalu Ingin Pergi?

Sebegitu inginkah kau pergi?
Hingga ulang menerus berulang
Ringan nian niat terdendang
Seolah ini tak bernama perpisahan
Aku yang akan ditinggal ini paling terasa
Karena setelahmu belum tentu aku berdua
Ntah siapa selanjut-mu
Bisa jadi semuanya tetap begini
Aku jadi sendiri, menyepi, ditemani dini
Tak sedikit pun seolah sedih
Mungkin telingaku jemu
Hatiku membeku
Lalu ku paksa bisu
Sebab kalau pun ku cegah, tak kan terubah, bukan?


Melatih Kehilangan dalam September 2015

Hidung Anggora dan Rumah Kanker



“Weh, udah jam 09.20wib aja nih. Aku harus menyudahi semua ini supaya nggak terlambat.”
Logo Close di ujung kanan Mozilla segera ku tekan. Meskipun aku belum selesai dengan tulisan-tulisanku ini, aku harus segera menyudahinya. Janji untuk hari ini adalah sebuah penghargaan dan kesempatan yang luar biasa bagiku. Aku tidak boleh terlambat. Semoga 40 menit ke depan cukup untukku bersiap-siap.
Oh iya, Rini kan katanya mau ikut juga…!
“Cuy, jadi ikut kan?”
“Jadi. Duluan lah El siap-siap! Udahlah dia yang lama kali kalan dandan.”
Yap, Rini benar banget. Aku akan bersiap-siap duluan karena ujung-ujungnya nanti aku bakal berbarengan juga selesainya dengannya. “She is so simpel woman”, Okta ever said that too.
“Rin, udah cantik belum?” tanyaku kepada Rini.
Rini membuang muka, pertanda bahwa ia malas menilaiku karena tidak ingin membuatku kege-eran.
“Seriuslah Rin!”
Rini manggut-manggut. Dugaanya ternyata benar karena aku jadi jingkrak-jingkrak-an nggak jelas, ehhe.

MC di Rumah Kanker Alfamart, Pekanbaru

Nama Acara : Perayaan Ulang Tahun anak asuh Rumah Kanker Alfamart
Penyelenggara : Rumah Kanker Alfamart
Waktu : 5 September 2015
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Bangga dan bahagia sekali rasanya karena bisa membuat adik-adik penderita kanker berbahagia hari ini. Aku menjadi MC bersama Okta. Rini pun turut, menjadi photographerku selama acara. Ada sekita 15 pasien yang hadir hari ini karena yang lainnya masih belum diizinkan meninggalkan rumah sakit dan belum bisa rawat jalan. Ada bu dokter, guru-guru, orang tua pasien dan teman-teman dari Alfamart juga yang hadir. Acara berlangsung dari pukul 11.00-13.00wib. Ada Albi juga (badut Alfamart) yang turut menyemarakkan suasana. Ada MAWAPRES UR juga yang hadir di tengah-tengah kami –dek Sarah Ovinitha. Alhamdulillah, meskipun leher rasanya sakit banget karena nggak pakai Mic ngomongnya, tapi tak mengurangi keceriaanku selama menjalankan kewajiban.

___Ada kalanya kita harus bersikap seolah tak butuh UANG dan hanya haus dengan KEBERMANFAATAN. Karena tidak ada satu pun kebaikan yang tidak dihitung dan dibalas-Nya. (Truly Elysa)