Selasa, 06 Oktober 2015

Giat Memprivat

Akan jadi malam kedua untukku
Kepada mereka
Dalam sebuah lingkar belajar
Ku bimbing mereka
Sedikit rumit tak terlalu sulit
Asal aku lebih cermat
Akan mudahlah segala berat
3 gadis kecil akan bergiat
Aku ditugasi sebagai pengingat
Manakala azan, mari kita sholat
Setelah sholat, mari kembali bergiat
Tidak akan pulang sebelum selesai segala siap
Hari esok adalah milik mereka yang telah aku

Oktober dalam privat, 2015

Inspirasi: Sadarlah bahwa kamu punya Banyak Ide

"Kok bisa segitunya El nulisnya dan nggak terkendala ide?”
“Sebenarnya gini sih Ciin, itu tergantung gimana kita membiasakan diri menyimak dengan baik. Contohnya, selama kita ngobrol tadi udah berapa banyak kalimatmu yang ku rekam di memori. Menurutku ada banyak banget kalimat-kalimat yang nggak sengaja kamu ucapkan itu inspiratif banget. Tapi, bedanya, aku nyadar kalau itu adalah inspiratif sementara kamu nggak nyadar kalau itu sebenarnya sebuah ide. Intinya, KESADARAN itu Cin yang perlu diasah.”
“Ohhh… gituuuuu.”
“Yuhuuuuuu.”

Pilih Mana; Terkenal atau Dikenal?




Seorang Penulis memiliki harapan yang sama; Tulisannya dibaca banyak orang. Kita kesampingkan dulu tentang materi atau popularitas, aku pernah membaca status FB seseorang, bunyinya; Kalau tujuanmu menulis hanya untuk terkenal, lebih baik berhenti saja menulis! Aku setuju dengannya. Bermimpi untuk menjadi penulis terkenal memang tidak salah, tapi alangkah lebih baik kalau kita berniat dulu agar tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Selanjutnya, biarlah Allah yang mengambil alih siklusnya; Orang yang merasakan manfaat tulisanmu secara otomatis akan menceritakan kepada temannya, jika temannya tertarik ia pun akan menceritakannya kepada orang lain. Begitulah seterusnya. Lambat laun, kamu bukan hanya akan menjadi terkenal tapi dikenal. Bukankah dikenal itu adalah sesuatu yang lebih elegan lagi spesial?

Malam ini, aku diberitahu lagi oleh Allah tentang seseorang yang diam-diam menyukai blogku. Aku sangat bahagia mengetahuinya, apalagi orang yang bersangkutan yang mengakuinya langsung. Benar-benar nggak menyangka sebelumnya, karena di depanku ia terlihat seperti sosok yang cuek namun tetap hangat saat berinteraksi. Kadang, aku ingin bertanya kepada mereka; Apakah yang membuatmu tertarik membaca tulisanku? Kisahnya? Penuturannya? Atau tertarik kepadaku? *lempaaaarr tomaat busuuuukkkkk! hhihi.