Rabu, 21 Oktober 2015

Aku ingin kita JAUH

Kita butuh jeda
Jarak
Jauh
Sejenak
Kedekatan ini membuat cemburuku justru menjadi-jadi
Saat melihatmu merindukan dia yang jauh
Detik ini juga aku ingin kita jauh!
Untuk beberapa hentian barangkali.
Sebab aku pun ingin kau rindukan seperti itu
Jauh terprediksi akan menjadi pengindah
Pendekat segala yang jauh
Dan pembaru segala yang lama dan begitu-begitu saja
Aku harap kita jauh!
Sekarang.
Detik ini.

Oktober sulung, 2015

Nasehat: Segalanya harus Tentang Syukur

Aku melanjutkan nyetrika sambil mendengarkan nasehat bijaknya Mario Teguh yang berjudul ‘Keran Rezeki’. Aku selalu mendapatkan kesegaran baru dari setiap video nasehat Mario Teguh ini. Dia bukan ahli agama, tapi melaluinya aku seolah-olah sedang diajarkan agama dan selalu diingatkan tentang Allah. I wanna be like him. Sama sekali nggak menggurui, tapi semua orang dibuatnya belajar dengan sadar.

“Kalau kita mengawali segala sesuatunya dengan syukur, rezeki kita nantinya akan membaik sendiri. Membaik sendiri yang dimaksud di sini adalah perkara iman. Karena, tidak mungkin sesuatu bisa membaik sendiri tanpa campur tangan dari Tuhan. Yang dinamakan rezeki itu bukan semata-mata tentang uang, tetapi juga kesehatan, ketenangan, kemudahan urusan, ilmu. Karena uang ini tidak ada gunanya jika tidak mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Orang yang baik akan pantas dengan pembalasan yang baik sedangkan orang yang tidak baik akan pantas dengan pembalasan yang tidak baik pula.”

Karena Tulisanku Bukan Tulisan Musiman



“Rin, kapan kita ke mana?”
“Ke mana?”
“Ya, kemana ajaaa.”
“El nyaa yang sok sibuk. Aku bisa-bisa aja nyaa.”
Hal-hal kecil yang tidak terselesaikan ternyata bisa menjadi beban yang berat. Aku me-list apa saja yang bisa ku selesaikan hari ini. Ngantar lauk dan buah ke tempat Nilam, ngembalikan buku dek Nila, ketemu PD I, ngembalikan baju Vera, buang sampah yang numpuk di kamar, jual botol bekas. Hemmm… lumayan juga ternyata hal-hal kecilku yang tak segera ku selesaikan selama ini.
“El, sarapan yuk?”
“Aku udah makan roti Rin. Sarapanku selama diet ini 1 bungkus roti aja sebagai pengganti sarapan berat kayak biasanya. Tu masih ada rotinya, ambillah Rin.”
“Ah, aku sendirian ajalah ke warung nyari sarapan. Pokoknya nanti waktu aku pulang, El harus udah siap ya!”
“Lah? Aku kan sedang nyetrika iniii…. Mana bisa ngebut-ngebut selesainya.”
“Daaa….”
Aku melanjutkan nyetrika sambil mendengarkan nasehat bijaknya Mario Teguh yang berjudul ‘Keran Rezeki’. Aku selalu mendapatkan kesegaran baru dari setiap video nasehat Mario Teguh ini. Dia bukan ahli agama, tapi melaluinya aku seolah-olah sedang diajarkan agama dan selalu diingatkan tentang Allah. I wanna be like him. Sama sekali nggak menggurui, tapi semua orang dibuatnya belajar dengan sadar.