Minggu, 21 Februari 2016

Mengeksplore diri bersama Istri



“Kayaknya Abang tu mau ngejar S3 dulu Cin. Ntahlah! Kemarin kan pernah dia bilang di grup; Eksplor diri kita dulu. Terus, ku jawab gini; Rosulullah dulu mengeksplore dirinya dengan sang istri loh bang. Terus abang tu bilang gini; Itu kan Rosulullah, bukan kita. Aku jawab lagi; Iya, Rosul yang menjadi sebaik-baik teladan kita. Dan terakhir dibalasnya; Disconect. Hahaa.”
“Parah ya Cin. Berarti dia benar-benar ingin menunjukkan bahwa dia berbeda pendapat denganmu. Sampai-sampai setegas dan setega itu berkata; Disconnet. Hemmmm… Bang *** juga kayaknya gitu ya kan Cin?”

Jangan Biarkan rumput Mati Berdiri



Dalam pembicaraan, kadang kita mendapatkan KETIDAKSETUJUAN padahal menurut kita yang diperlukan hanya PENERIMAAN. Dari sana, aku belajar sesuatu, bahwa ternyata ORANG YANG KITA AJAK BICARA itu lebih penting daripada APA YANG INGIN KITA BICARAKAN. Karena bersama orang yang bijaksana, cerita biasa pun bisa disulapnya jadi pelajaran berharga. Karena bersama orang yang pesimis, cerita luar biasa pun akan terkesan kerdil setelahnya.
*Tentang Ketidaksetujuan – Metamor(Prosa)

Jeda sebagai Penawar rasa

Aku butuh JEDA
henti sejenak dari segala gerak
sudah tiba saatnya aku LELAH
ingin menepi sebentar sambil mencicipi kopi
meski pahit bisa saja membuat pahit semakin menjadi
tapi jedaku kali ini semoga pulih
menyegarkan segala keruh
setelah semua rehat selesai
aku akan kembali mengejarmu dengan sengaja
berbekal khilf dan sempat yang tersisa

Karena bersamamu...
hidup ini adalah tentang mengisi LELAH ke LILLAH..

Februari yang penuh semoga, 2016