Minggu, 17 Mei 2015

Inspirasi: Emisi dalam Masa Tunggu Lampu Merah

Lampu kuning menyala, mati dan disusul lampu merah. Aku menginjak pedal rem di pijakan kaki kananku. Angka 120 mulai bergerak mundur. Setiap detikanya terasa lamaaa. Ku matikan mesin motorku, lumayan, bisa ngirit bensin selama 2 menit.
“Rin, coba fikirkan, berapa banyak bensin yang terbuang dari semua kendaraan ini disetiap 2 menit lampu merah?”
“Hemmm..arassooh…” Rin manggut-manggut, tanda setuju.
Tapi, faktanya kebanyakan pengendara lebih memilih tetap membiarkan mesin kendaraannya menyala daripada melakukan apa yang ku lakukan. Menurutku, hal-hal seperti ini pun butuh pehamanan yang luar biasa. Atau jangan-jangan akumulasi dari setiap 2 menit lampu merah itu setara dengan 10 liter bensin. nah loh?

Syaiful Al-Hidayatullah (Acceptor scholarship at Leipzig University)

Generally,,, Kak Elysa is nice guys with warm personally and chrees up. I found many of high ambition and hardwork to reach what she expects for.
of course no bodies perfect, the point is needed to increase is about your confiedence self (sorry if I was wrong). The way you are being open mind guys is absolutely awesome to make you seem so special. (Sunday, May 17th 2015)



Sambutanku :
How nice dek Syaiful is. He was trus if he said that we never met each other because facebook united us. I knew him troughout Lia in his examinition's day.. More over, he is nice boy and opend hand to me eventhought he dont know me totally. I pray him to always stay in straight way and Allah guide him.aamiin. Lets saya hay to him in FB: https://www.facebook.com/sbntu

Riau untuk Rohingya, sebab Kita Bersaudara

Alhamdulillah berkat tidur awal, bangun pun berhasil awal. Permintaan terbesarku saat ini kepada Allah dalam Tahajudku adalah termiliknya kembali 2 charger tanpa membelinya. Kalau disuruh memilih menginvestasikan uang kepada Allah, atau membeli charger, tangaku akan lebih ringan ke pilihan pertama. Membeli charger memang penting, tapi itu hanya untuk diriku sendiri. Dan yang ku beli adalah barang yang akan menyusut juga nilainya. Tapi, berinvestasi kepada Allah tidak akan ada penyusutan nilai. Aku yakin itu! Maka, masih ku tahan uang-uang ini agar aku semakin berfikir keras bagaiman caranya melobi Allah-ku agar aku CUKUP.

Hasratku untuk ngeblogging benar-benar berapi-api. Tadi malam tertunda, pagi ini kudu padat kata. Ku lirik ke luar jendela, terik matahari mulai menyeruak dan menyerak di atas pagi. Ku lirik jam di HP, baru pukul 06.30wib tapi serasa sudah pukul 08.00wib. Dek Novi ngajakin ke CFD pukul 06.00wib tapi barusan dia baru ngabarin bahwa dia kesiangan bangun dan memintaku menjemputnya jam 07.00wib aja. Nilam terpaksa harus ku tingal lagi pagi ini.

Aku Harus Apa?

Jika ternyata DIAM adalah pilihanmu,
lalu aku harus apa?
Jika ternyata DIAM adalah jawaban terakhirmu,
lalu aku harus apa?
Jika ternyata DIAMmu adalah pengusriku,
lalu aku harus apa?

Mei 2015, malam yang baru berputar.