Minggu, 14 Februari 2016

Dongeng Syurga

Kita sering lupa makna syurga
berlomba merapal doa
memperbanyak gerak rukuk-sujud-khusyuk
ya, hanya itu yang umumnya kita tahu
Jalan ke syurga memang ada banyak

Kita sering lupa makna syurga
padahal syurga pun ada di dunia
pada tanah masyhur dalam belantara akasia
pada sopan-santun penduduk tanah beta
cinta semesta yang bermuasal pada cinta Pemiliknya

Kita sering lupa makna syurga
syurgapun ada di tanah melayu
saat negeri ini bebeas jerebu
setelah segala khianat enyah dari amanat
juga segala carut berubah jadi cinta

Kita sering lupa makna syurga
padahal syurga itu dekat
tak perlu jauh-jauh mencarinya
karena syurga ada di hati kita
sudahkah kita menemukannya?

Februari dan dongeng syurga, 2016

Bahagia karena tulisan



Assalamualaikum ^_^. Kak Elis ya panggilannya?
Waalaikumsalam . iyaaa adindaaa…
Hihii panggil aku titi ya kaka, biar lebih deket.
Salam kenal yaa kak. mau ngungkapi kagum sama kata-kata kakak.

Aku tersenyum membaca pengakuan tersebut. Bagiku, pujian itu adalah PENGHARGAAN. Dan aku sangat menghargai orang-orang yang memujiku. Aku jadi terinspirasi untuk memposting 1 foto lagi dan berikut ini captionnya…
Bahagia itu SEDERHANA. Ketika ada chat masuk dan ternyata isinya adalah ucapan terimakasih seseorang atas tulisan-tulisan kita yang inspiratif. ^_^. Ini baru beberapa saja. Mungkin masih banyak orang di luar sana yang diam-diam MENGAGUMI dan MENANTI tulisan kita. Maka untukmu dan untukku… tetaplah menulis. Kabarkanlah segala kebahagiaan, air mata dan cada-tawa kepada dunia. Maka, DUNIA akan menghadiahkan SEMESTANYA untuk kita. ^_^.

RDDSIBU Day 4; Negeri Bersih Jerebu



Pukul 06.28wib. Aku berjalan kaki, sendirian, menuju LPPM UR. Sengaja nggak pakai motor supaya lebih aman dan nggak ribet. Kapan lagi aku membakar lemak, kan? Udara sejuk pagi ini ku maknai sebagai restu semesta padaku dan perjalanan kali ini. Bismillahi tawakaltuu. Aku terus berjalan, melintasi Dekanat FKIP, berbelok ke arah Perpus UR kemudian menerobos ke LPPM dari samping Lemlit. Ada bu Riri dan beberapa peserta cowok di sini. Huft, aku kira aku sudah terlambat! Barulah beberapa menit kemudian, peserta lainnya berdatangan. Aku berjalan mendekati teman-teman yang sedang berkumpul di dekat parkiran.
“Ada yang bawa motor nggak, teman-teman?” tanyaku.

Ternyata tidak ada yang membawa motor. Akhirnya, aku meminta motor temannya Uci yang baru saja mengantarkannya ke mari. Aku harus kembali ke kosan karena buku bacaanku ketinggalan. Perjalanan ini tentu akan terasa sangat panjang dan mungkin membosankan. Setidaknya, aku punya cara memanfaatkan waktu bersama buku.
“Bu…..permisi sebentar, mau ngambil barang yang ketinggalan..” ujarku kepada bu Riri.
Beliau mengangguk dan aku pun segera melaju. Ku hentikan motorku di samping Lab PMIPA dan aku berlarian menuju kosan yang sudah beberap meter lagi. Ah, lagi-lagi bakar kalori nih! Hehe. Mendekati kosan, aku mulai khawatir kalau kosan dikunci. Soalnya tadi ibu kos katanya mau CFD-an. Tapi, syukurlah ketika ku dorong pintunya, ternyata hanya ditutup tapi tidak dikunci. Huft! Setelah mengambil buku dan topi, aku kembali ke LPPM.