Rabu, 10 Februari 2016

Puisi yang serba kamu

Terimakasih atas diammu yang serba selalu
Aku jadi punya banyak puisi karena itu

Terimakasih atas keterlambatanmu membalas pesan-pesanku
Aku jadi punya banyak puisi karena itu

Terimakasih atas kamu yang selalu tak pasti
Aku jadi punya banyak puisi karena itu

Terimakasih atas acuhmu yang antara sengaja atau tak tidak
Aku jadi punya banyak puisi karena itu

Februari dan puisi sunyi, 2016

Mimpi tentang Bandara



Aku pernah berkata seperti ini kepada seseorang; “Aku punya keinginan untuk bekerja di Bandara.” Lalu ia bertanya; “Kenapa? Sepertinya itu bukan duniamu deh!”. Aku menarik nafas, kemudian perlahan berkata; “Aku ingin menyaksikan orang DATANG dan PERGI. Aku ingin menjadi melihat bagaimana orang-orang menyambut KEDATANGAN dan melepas KEPERGIAN. Suapay aku lebih bisa MENCINTAI KEHILANGAN dan MENGHARGAI PERTEMUAN.” Ia mengangguk, aku tersenyum.