"Bagai perempuan jolon berkundai”
Yang
didedah di atas bertuju makna berikut :
Sebab
mimpi baru diberi peri. Aku mulai berani meninggi sedikit tapi melangit. Ragu
tapi hujungnya jadi ditepi. Beli ini beli itu. Demi lengkapi tampil diri yang
masih ber-kurang. Mungkin tak salah jika pun berbayar tempuh jauh tinggi harga.
Tapi setidaknya jangan mengguna milik bunda untuk laparmu. Bahkan dahagamu jadi
sulang air sedihnya. Apalagi lapar teparmu?
Maaf
untuk Bunda, Maret 2015