Senin, 09 Maret 2015

Hutang TUANG

"Bagai perempuan jolon berkundai”
Yang didedah di atas bertuju makna berikut :
Sebab mimpi baru diberi peri. Aku mulai berani meninggi sedikit tapi melangit. Ragu tapi hujungnya jadi ditepi. Beli ini beli itu. Demi lengkapi tampil diri yang masih ber-kurang. Mungkin tak salah jika pun berbayar tempuh jauh tinggi harga. Tapi setidaknya jangan mengguna milik bunda untuk laparmu. Bahkan dahagamu jadi sulang air sedihnya. Apalagi lapar teparmu?

Maaf untuk Bunda, Maret 2015

Banyak Urusan yang Diurusi

Pagi-pagi udah disuruh ke BEM buat tandatangan propsosal sesaat kemudian, aku berhamburan ke FKIP untuk bertemu teman-teman PENAPPPUCINO. Banyak hal-hal teknis yang harus dijelaskan kepada mereka. Kali ini Romi yang akan mewakili maksudku. *ngerasa udah punya asisten aja.

Inspirasi dari Buku: Boros Sedekah

Memberi sedekah dalam bentuk apa pun, dengan ikhlas hanya karena Allah semata, berarti kita masih bersedekah BIASA. Kita harus berani memberi sedekah yang membuat penerimanya merasa heran menerima sedekah itu. Kalau orang yang disedekahi merasa biasa saja, berarti kita belum BOROS SEDEKAH. Boroslah bersedekah dan tunggulah hasilnya. Atas izin Allah-lah, sedekah boros kita akan menjadikan kita kaya. Insya allah.

#Keren ya pemirsya... Ini ide unik yang perlu dicoba. Ayuk! Bagi yang percaya dengan keajaiban sedekah, mari berboros ria dalam bersedekah. Semoga mimpi kita pun dipercepat Allah sampainya ke tujuan. Aamiin. ^)^