Rabu, 07 Oktober 2015

Inspirasi: Kreativitas itu adalah Nikmat


“Ciyeeee… yang aktif banget di Instagraaaammm.”
“Heheheh, iya nih, aku sedang ngetik caption di Instagram.”
“Apa? Bingung mikirin caption untuk Instagramm?”
“Ngetik captiooonn loh Ciiinn. Alhamdulillah sih Cin, aku nggak pernah kebingungan mau nulis apa di captionnya. Bahkan, terlalu banyak ide yang ingin dituliskan di sana. Lancaarrr aja selama ini kalau bikin caption.”
“Ooooo…gituuu ya El. Aku susah tu kayak gitu. Biasanya untuk nulis 1 caption aja aku mikir agak lama.”
Aku terperanjat mendengarnya. Ku tegakkan tubuhku yang tadinya sedang rebahan.
“Seriusss Cin? Kamu kebingungan kalau bikin caption? Oooo…. Berarti inilah sebabnya kenapa Adek-adek kemarin tu nanya gini; ‘Kakak kok bisa sih bikin caption sampai sedetil itu? Gimana caranya Kakak bisa mengingat semua itu Kak?’ Oooohhh… jadi itulah ya kenapa mereka heran sama aku Ciin. Bahkan, walaupun katamu aku dalam sekali posting itu langsung seabrek, kadang aku masih berfikir ideku kurang penampungnya. Masih ada lagi yang ingin ditulis dan masih ada lagi gambar-gambar yang ingin di post. Hihiii.”

Sebab untuk Akibat

Tidak ada yang tak berakibat
Tuhan ingin menyadarkanmu
Jika sebabmu buruk, maka buruklah akibatmu
Jika sebabmu baik, maka baiklah akibatmu
Tujuan Tuhan adalah mengembalikanmu
Ke kondisi semula yang diharapkan-Nya
Sebagai dirimu yang baik lagi beruntung
Itu semua karena Dia sayang

Oktober bersama Tuhan, 2015

Mengulang Kehilangan, Berpulang ke Pangkuan



Rini berlarian ke belakang untuk nyolokkan mesin air.
“Mungkin airnya memang kering Rin. Sekarang kan musim kemarau. Tadi malam aja aku tidur jam 1, mesinnya masih nyala. Rusak pula nanti kalau sekarang dicolokkan lagii.”
“Biarlah, biar bisa mandi kita.”
“Lah, kan sekarang masih banyak airnya di bak.”
“Aku mau keramas haa, gatal-gatal rambutku. Nanti El gimana kalau kuhabisin airnya?”
“Mandilah duluan, nanti urusan aku gimana caranya mandi.”
“Ah, biarlah, udah terlanjur nyala juga.”
Pagi ini kami nonton video-video tentang kucing. Lucu banget deh tingkah-tingkah kucing itu.
“Rin, cowok yang penyayang sama kucing, udah pasti dia juga penyayang sama cewek?”
“Loh? Kok bisa?”
“Ya cobalah Rini fikir, apa untungnya melihara kucing? Bukan bisa diternak, bukan bisa dapat duit gara-gara melihara dia, terus kenapa dia mau melihara kucing? Ya karena dia sayang, kan? Apalagi sama istrinya yang menjadi pendampingnya?”
“Azeeeekkkk. Ngerii dank!”