Senin, 02 November 2015

Sebuah Selamat

Akhir-akhir ini aku kembali mempertanyakan arti sebuah ucapan SELAMAT. Dan, aku tak berhasil menemukan pengertiannya secara ideal. Ha haa haa.. mungkin fikiranku sebenarnya yang sedang tidak ideal. Dan, ntah kenapa, pilihanku justru jatuh kepada DIAM. Kamu pun tidak bercerita kepadaku, dan mungkin tidak ingin ya? Lalu aku mengetahui dari pengabar lain. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kediamanmu. Aku fikir, tidak ada yang salah juga dengan kediamanku. Mungkin kita sama-sama saling ingin tahu dan memberitahu, tapi nuansa tak selalu sama saja.

Dari jauh, aku mengucapkan SELAMAT ---sekalipun masih tak bulat makna. Tapi, setidaknya selamat premature-ku kali ini adalah sebentuk doa. (jelaskan kepadaku bahwa DOA memang benar adalah sebaik-baik ucapan selamat). Semoga peraihanmu penuh berkah. Semoga rezekimu semakin meruah. Semoga sehatmu semakin gagah. Amminn.. aamiin. aamiiin.

Untuk Cin Lia dan Cek Novi
2 Oktober 2015, Sebuah Selamat Premature

Inspirasi: Metode NLP Membuat Psikolog iri

"...waktu metode NLP (ket: Neuro Linguistic Programming) ini ke luar, banyak banget psikolog yang protes loh!”
“Kenapa gitu, Bang?” tanyaku, penasaran.
“Mereka katakan seperti ini; ‘Kami belajar bertahun-tahun loh, meneliti bertahun-tahun, eh kalian kalahkan pula dengan teknik yang durasinya kurang dari 5 menit itu’ hahaa.. itulah hebatnya NLP. Kita nggak perlu tahu dengan siapa pasien kita bermasalah dan bagaimana masalahnya, karena kita hanya memintanya membayangkan dan hanya dia yang tahu bayangannya. Selain netralitas kita terjaga, aib orang yang bersalah tadi pun terjaga juga kan? Karena kita nggak perlu tahu dan dia nggak perlu menceritakannya, dia hanya membayangkannya saja. Itulah keunggulan teknik ini.”
Aku dan Yoga manggut-manggut.

Tiada Kehilangan tanpa Penggantian



Lis, ajakinlah mami juga kalau Elis hunting…
kata Diah pada foto Instagram yang baru ku posting.
Nggak pernah sengaja buat hunting mi soalnya.
Karena, setiap tempat adalah objek bagi Elis. Hehee.
Mami pengen kalilah ketemu Elis. Sedang mencari
hidayah juga nih Lis. Elis sibuk hari ini?
Nggak Mi. Di kosan aja. Mami ke Panam hari ini?
Pagi ini mami mau ke Puswil dulu. Nanti siang
sih ada rencana mau ke Panam.
Ya udah, main ke kos Elis aja Mi.
Masih ingat kan tempatnya?
Masih donk. Ocreee deh. Ntar mami ke sana!
Kak Suci mendadak ngajakin ketemuan di Co Ex SKA. Katanya dia belum sekalipun sempat ke sana. Tapi, pas aku tanyain ke kak Dila, malah kak Dilanya udah OTW ke Bagansiapiapi. Ternyata penutupannya tadi malam dan hari ini udah bubar acaranya. Hiksss.