Akhir-akhir ini aku kembali mempertanyakan arti sebuah ucapan SELAMAT. Dan, aku tak berhasil menemukan pengertiannya secara ideal. Ha haa haa.. mungkin fikiranku sebenarnya yang sedang tidak ideal. Dan, ntah kenapa, pilihanku justru jatuh kepada DIAM. Kamu pun tidak bercerita kepadaku, dan mungkin tidak ingin ya? Lalu aku mengetahui dari pengabar lain. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kediamanmu. Aku fikir, tidak ada yang salah juga dengan kediamanku. Mungkin kita sama-sama saling ingin tahu dan memberitahu, tapi nuansa tak selalu sama saja.
Dari jauh, aku mengucapkan SELAMAT ---sekalipun masih tak bulat makna. Tapi, setidaknya selamat premature-ku kali ini adalah sebentuk doa. (jelaskan kepadaku bahwa DOA memang benar adalah sebaik-baik ucapan selamat). Semoga peraihanmu penuh berkah. Semoga rezekimu semakin meruah. Semoga sehatmu semakin gagah. Amminn.. aamiin. aamiiin.
Dari jauh, aku mengucapkan SELAMAT ---sekalipun masih tak bulat makna. Tapi, setidaknya selamat premature-ku kali ini adalah sebentuk doa. (jelaskan kepadaku bahwa DOA memang benar adalah sebaik-baik ucapan selamat). Semoga peraihanmu penuh berkah. Semoga rezekimu semakin meruah. Semoga sehatmu semakin gagah. Amminn.. aamiin. aamiiin.
Untuk Cin Lia dan Cek Novi
2 Oktober 2015, Sebuah Selamat Premature
