Rabu, 12 Agustus 2015

IInspirasi: Menulislah Setiap Hari!

Aku terkagum-kagum dengan nasehat berikut ini :

Penulis-penulis ternama yang kau kenal itu, sekarang hidupnya memang menggoda. Tapi boleh jadi, dulu, mereka jatuh bangun berkali-kali. Mereka memilih tidak berhenti. Kini merekapun memetik mimpi. Nah, masih ingin menjadi penulis? Maka menulislah! Sesering mungkin, buatlah sebuah karya dalam bentuk tulisan. Simpan baik-baik, lalu edit. Posting di blog dan beranda sosial mediamu, dan biarkan banyak orang membacanya.

Jika kau ingin menjadi penulis tapi tidak pernah mencoba menulis, maka mulai sekarang kubur saja mimpimu hidup-hidup, buang, dan jangan pedulikan. Ya, karena jika ingin menjadi penulis, maka harus menulis setiap hari. Itu harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar lagi!

*Untukmu yang bercita-cita menjadi penulis, baca ini


Selamat Ulang Tahun Vita

Selamat bertambah segala yang baik
Dan selamat berkurang segala yang buruk
Sebab sejatinya kita adalah manusia berjuta dosa
Semoga keberkahan selalu meliputimu
Semakin sholeha dan berbakti kepada kedua orang tua
Semakin rendah hati namun bersemangat tinggi
Arungi aral hidup yang tak semudah yang terlihat ini
Doamu adalah kekuatanmu
Makan jadikan hari-harimu seindah doa-doa
Allah semakin cinta
Dan, engkau semakin bahagia…

Untuk Vita Chyntia Roska, 11 Agustus 2015

Akan ku Jawab, "Aku adalah Penulis"

Sejuk subuh yang seperti ini adalah nikmat yang diberikan oleh sang Maha Indah. Maha suci Engkau bersama pagi dan petang serta segala yang ada di antara keduanya. Tidaklah aku bisa merasakan semua itu jika bukan Engkau yang mengizinkannya. Maka, tetapkanlah hati, telinga dan mataku pada kemahiran bersyukur kepada-Mu. Tiadalah aku tanpa pertolongan-Mu. Siapalah aku tanpa penyempurnaan-Mu.

“Rin, cobak udah berapa banyak postinganku di blog?”
“Emmmm… 600?”
“900 Riiiin… 900… Alhamdulillah. Ye yeee.. senengnya kayak menang main game aja loh.”
“Wahh, berari besok anak El bakal banyak juga.”
“Loh?”
“Iyalah, soalnya El kan orangnya produktif.”
“Hhaha.. bisa jadi, bisa jadi.”
Selamat Rin. Karena kamu berteman dengan penulis blog sepertiku. Silahkan hitung sudah berapa banyak namamu terabadikan di sana! Silahkan! Selamat Rin, namamu abadi karena kamu berteman dengan penulis. *sok bijak dot kom. Hehe. Aku rindu suatu masa, ketika saat itu ada yang bertanya kepadaku, “Profesi Elysa apa?” lalu dengan bangga ku jawab, “Saya PENULIS.” Benar sekali, aku benar-benar rindu untuk bisa mengatakan itu dengan bangga dan percaya diri. Mungkin sekarang belum bisa senarsis itu, karena aku nyadar tentang ukuran keseriusanku yang belum terstandarisasi ini *ngomong apa sih ini? ahaha. Aamiin ya Allah, aku yakin masa itu kan tiba.