MENULIS adalah AKU; caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Kamis, 26 Maret 2015
Everybody Need a SONG
Lokasi:
tp. Huế, Thừa Thiên Huế, Vietnam
Selamat PROPOSAL pula Buat Lia-ku..
Waaah, hari ini hari bahagia Lia.
Doi ujian PROPOSAL loh, pemirsa. Yeyee selamaaat.
Wah, ini artinya aku sendiri yang belum ujian yak?
Tengok kiri tengok kanan, huaaa nggak ada kawan lagi. hiksss.
Tapi, jujur ya. Aku belum juga tersentil dan merasa iri untuk buru-buru memeluk SKRIPSI loh, pemirsa. Kadang, aku merasa akunya yang nggak normal. hihii. Teman-teman udah hampir ujian SKRIPSI pula. Lah aku?
Kadang nyesek juga sih waktu teman-teman nanya "Udah sampek mana prosesnya, El? Udah bimbingan? Udah ujian proposal? Udah ngajuin judul?" dan kalian tahu apa jawabanku? BELUM SAMA SEKALI. Kadang juga, ketika berada di kondisi itu, aku sering bertanya ke diriku sendiri, "Lah, El? Kalau jawabannya belum semua, terus kamu udah ngapain aja?". Iya juga ya. Aku ngapain aja? Dan mulailah aku me-list aktivitasku :
1. Mengeksekusi program kerja UR Cendikia
2. Sekretaris agenda besar BEM; Bedah Visi Riau 2020
3. Bolak-balik BEM FKIP buat bimbing adek-adek yang mau ngikutin MAWAPRES
4. Nulis kapan pun aku sempat. Ini dalam rangka percepatan menuju BIOSKOP
5. Latihan jadi speaker
6. Seminar-seminar kece badai yang sedang merajalela
7. Ketua Pelaksana pemilihan dan penganugerahan MAWAPRES UR 2015
8.Membimbing adek-adek buat nemuin ide KTI MAWAPRES
9. Meniti karir dari PUISI
10. Eksekusi program kerja FLP Ranting sekaligus FLP Pekanbaru
11. PKM GT
Doi ujian PROPOSAL loh, pemirsa. Yeyee selamaaat.
Wah, ini artinya aku sendiri yang belum ujian yak?
Tengok kiri tengok kanan, huaaa nggak ada kawan lagi. hiksss.
Tapi, jujur ya. Aku belum juga tersentil dan merasa iri untuk buru-buru memeluk SKRIPSI loh, pemirsa. Kadang, aku merasa akunya yang nggak normal. hihii. Teman-teman udah hampir ujian SKRIPSI pula. Lah aku?
Kadang nyesek juga sih waktu teman-teman nanya "Udah sampek mana prosesnya, El? Udah bimbingan? Udah ujian proposal? Udah ngajuin judul?" dan kalian tahu apa jawabanku? BELUM SAMA SEKALI. Kadang juga, ketika berada di kondisi itu, aku sering bertanya ke diriku sendiri, "Lah, El? Kalau jawabannya belum semua, terus kamu udah ngapain aja?". Iya juga ya. Aku ngapain aja? Dan mulailah aku me-list aktivitasku :
1. Mengeksekusi program kerja UR Cendikia
2. Sekretaris agenda besar BEM; Bedah Visi Riau 2020
3. Bolak-balik BEM FKIP buat bimbing adek-adek yang mau ngikutin MAWAPRES
4. Nulis kapan pun aku sempat. Ini dalam rangka percepatan menuju BIOSKOP
5. Latihan jadi speaker
6. Seminar-seminar kece badai yang sedang merajalela
7. Ketua Pelaksana pemilihan dan penganugerahan MAWAPRES UR 2015
8.Membimbing adek-adek buat nemuin ide KTI MAWAPRES
9. Meniti karir dari PUISI
10. Eksekusi program kerja FLP Ranting sekaligus FLP Pekanbaru
11. PKM GT
Pembicara Sosialisasi MAWAPRES di FKIP
Nama Acara : Sosialisasi MAWAPRES
Penyelenggara : BEM FKIP Universitas Riau
Waktu : Maret 2015
Judul Karya : -
Tentang Pencapaian :
Aku duduk di antara 3 orang yang luar biasa; 1. Azhari Setiawan
(MAWAPRES UR 2014), 2. Pak Daniel (Dosen dan Juri MAWAPRES FKIP), 3. Vivien
Anjadi Suwito (Putri Kuliner Indonesia). Aku dan mereka duduk di bangku yang
sama untuk berbagi ilmu dan inspirasi kepada teman-teman di FKIP. Tak hanya
mahasiswa FKIP yang menghadiri sosialisasi ini, karena aku pun mengundang
Teguh, Yudi dan Rini juga.
Usai sosialisasi, kak Vivien membeli buku Tentang Januari. Awalnya
aku nggak ingat untuk ngiklan, tapi karena Yudi ngasih kode ya udah langsung
aja aku cuap-cuap. Hehe. Bahagia banget rasanya bisa bermanfaat untuk orang
lain. Aku meminta tolong kepada Iza untuk mengumumkan bahwa aku bersedia
membimbing adek-adek mempersiapkan diri mengikuti seleksi MAWAPRES di FKIP. Sebab,
aku udah tahu bagaimana bingungnya aku dulu, ketika memulai semuanya dari NOL besar
dan sulit mencari orang yang tepat untuk ditanyai. Maka, aku tidak ingin adek-adekku
merasakan hal yang sama. Aku akan meluangkan banyak waktu untuk membimbing
mereka. FKIP harus mencetak kader MAWAPRES yang lebih baik lagi. Aamiin.
___Jangan hanya menjadi pemilik mimpi, jadilah pewujudnya juga (Truly
Elysa)
Inspirasi: 2 Tipe Perilaku Menjaga Hati
"Setelah Kakak bersusah payah bangkit dan menyudahi semua itu, akhirnya Kakak menemukan pemikiran ini, Dek."
"Apa itu, Kak?"
"Ada 2 tipe orang yang mengaku menjaga hati:
1. Menjaga Hati untuk Si Anu
Ini sebenarnya komitmen 2 orang atau salah seorang yang berusaha tidak berkomunikasi secara intens atau sama sekali tidak, tapi menujukan semua usahanya itu untuk seseorang. Aku menjaga hati dan tidak akan menyukai orang lain, begitu juga denganmu ya, semoga akhirnya aku berjodoh denganmu dan bersatu jika saatnya telah tiba. *udah faham ya? Intinya, di dalam hatinya, dia telah mengukir sebuah nama.
2. Menjaga Hati untuk Dia yang Maha
Ini adalah menjaga hati yang sebenarnya. Inilah level yang paling sempurna. Tidak ada celah untuk mempersembahkan ketaatan kecuali untuk Allah yang telah menciptakan kita. Sebab, kata sutad Yusuf Mansyur: MENUNGGU=SABAR=AKTIF, bukannya hanya sekedar bersabar untuk tidak saling sms-an atau telvonan aja. Tapi, melakukan ibadah-ibadah di masa muda yang lebih dari semua itu, membuang semua fikiran ke arah sana dan menyibukkan diri dengan agenda yang bermanfaat, itu baru yang namanya SABAR. Jadi, jika kamu benar-benar mengaku menjaga hati, maka ikhlaslah untuk tidak menargetkan siapa pun (khusunya para cewek). Belajarlah ikhlas menerima siapa pun jodoh yang dipilihkan Allah untukmu, SIAPA PUN. Jangan sampai jodoh terbaik yang dikirimkan Allah ditolak hanya karena di dalam hati sudah menargetkan hanya si Anulah yang akan diterima lamarannya. *itu mah, belum ikhlas namanya, neng! Ente masih meragukan pilihan Allah artinya. huahhhh.
"Apa itu, Kak?"
"Ada 2 tipe orang yang mengaku menjaga hati:
1. Menjaga Hati untuk Si Anu
Ini sebenarnya komitmen 2 orang atau salah seorang yang berusaha tidak berkomunikasi secara intens atau sama sekali tidak, tapi menujukan semua usahanya itu untuk seseorang. Aku menjaga hati dan tidak akan menyukai orang lain, begitu juga denganmu ya, semoga akhirnya aku berjodoh denganmu dan bersatu jika saatnya telah tiba. *udah faham ya? Intinya, di dalam hatinya, dia telah mengukir sebuah nama.
2. Menjaga Hati untuk Dia yang Maha
Ini adalah menjaga hati yang sebenarnya. Inilah level yang paling sempurna. Tidak ada celah untuk mempersembahkan ketaatan kecuali untuk Allah yang telah menciptakan kita. Sebab, kata sutad Yusuf Mansyur: MENUNGGU=SABAR=AKTIF, bukannya hanya sekedar bersabar untuk tidak saling sms-an atau telvonan aja. Tapi, melakukan ibadah-ibadah di masa muda yang lebih dari semua itu, membuang semua fikiran ke arah sana dan menyibukkan diri dengan agenda yang bermanfaat, itu baru yang namanya SABAR. Jadi, jika kamu benar-benar mengaku menjaga hati, maka ikhlaslah untuk tidak menargetkan siapa pun (khusunya para cewek). Belajarlah ikhlas menerima siapa pun jodoh yang dipilihkan Allah untukmu, SIAPA PUN. Jangan sampai jodoh terbaik yang dikirimkan Allah ditolak hanya karena di dalam hati sudah menargetkan hanya si Anulah yang akan diterima lamarannya. *itu mah, belum ikhlas namanya, neng! Ente masih meragukan pilihan Allah artinya. huahhhh.
Lokasi:
Berlin, Germany
Langganan:
Postingan (Atom)
