Sabtu, 02 Mei 2015

Penganugerahan MAWAPRES: Kini yang Masih Ku Sebut Dulu-ku


Ketika subuh membangunkanku, aku baru menyadari semalam aku tidak sedang bermimpi. Pukul 02.35wib Okta membangunkanku untuk Tahajud dan seingatku aku hanya menjawab iya dan tidur kembali. Hiksss, *maafkan Kakak ya, Dek, kak emang bandel. Tapi setidaknya,  sholat subuhku tidak kesiangan seperti kemarin. Usai menunaikan sholat Subuh, sebelum mengaji, aku menanyai Rini tentang persoalan semalam.

“Gimana Rin akhirnya yang semalam?”
“Intinya Pak *ai**l yang akan ngomong langsung sama bapak itu.” (nadanya tegas)
“Loh? Kok Pak *ai*l ngomong langsung sama Bapak itu?" tanyaku tak mengerti.
“Ya gitulah. Nggak mungkin pula kan a**di* yang ngomong?!” (nadanya jadi cenderung membentak).

Aku terdiam. Ku tarik kembali janin-janin pertanyaanku. Awalnya masih biasa. Tapi, ketika ku baca baris demi baris ayat Al-Quran ini, hatiku mulai mengiba. Sebab, kali ini marah sedang tak hendak bertamu. Maka, rasa tersinggung berubah menjadi sedih. Selama 3 tahun, baru kali ini Rini begitu. Biasanya aku memang yang memulai (menyebalkan), baru nadanya meninggi. Sifatnya pagi ini adalah sifatku. Dan itu buruk. Tidak sepatutnya ia mengikutinya. Tolong, ambil saja apa yang baik dari diriku, tapi jangan ikuti yang buruk, Rin. Plisss!, pekikku dalam hati. Tapi rasanya tidak ada yang salah dengan pertanyaanku tadi. Bukan pula aku sedang menyepelekan persoalan, justru aku sedang sangat peduli. Atau bisa jadi ia hanya sedang larut ke dalam persoalan itu dan tidak ingin ditanya-tanya? Mungkin saja.

Bangun Suryadi (Alumnus of BAT 4)

Bagiku kak Elysa Rizki Irnanda adalah seorang perempuan yang inspiratif, wawasannya luas dan pikirannya cerdas. Seperti perempuan lainnya kak Elis tuh baik, penyayang, cantik, dan menarik. Selain itu kak Elis orangnya gigih, ambisius, luwes dan kritis. Kakak itu orangnya suka berbagi ilmu, jadi siapapun yang mau bertanya, tanya aja sama kak elis. Orangnya asik diajak ngobrol kok. (haha) That's it... (Thursday, May 16th 2015)

Sambutanku :
Dek Bangun agak salah tuh nulis nama panjangku. hehe. Aku mengenal dek Bangun ketika kami sama-sama mengikuti BAT 4 yang dilead oleh bang Wira Ramli. Dia adalah peserta yang paling gampang diinget. Selain lucu, pede dan suka tampil, namanya juga unik. Walaupun kami sekampus, tapi sangat jarang ketemu beliau karena dia juga seorang aktivis. Ia pernah menjadi delegasi UR untuk pelaunchingan president scholarship dan temu ramah dgn mentri pendidikan, M. nuh pada February 2014 lalu, di jakarta. Dia ceria, ramah dan suka bertanya. Silahkan berteman dengannya di FB: https://www.facebook.com/bangun.suryadi.77

Special: Selamat Ultah Buat Papi ke-48

Perutku lapar banget. Tadi sempat nggak mau makan siang aja karena belum terasa lapar. Eh, pas mau makan Papi nelvon. Bingung. Kalau ku angkat sambil makan, ntar aku dimarah baru makan siang jam segini dan lebih takut lagi kalau ditanya makan pake apa. Jadi, makan ku tunda dulu dan telvon ku angkat.
"Pi, masih teringat setahun yan glalu di tanggal yang sama, El menghadiahi Papi dengan  kabar gembira; El juara 3 MAWAPRES dan diundang ke Thailand. Tahun ini, El akan mengabarkan bahwa acara penganugerahan tadi lancar dan sangat meriah. Meskipun El nggak di posisi sebagai juara di sana, tapi setidaknya El menjadi ketua pelaksana tahun ini."
"Berarti posisimu tertinggi di kepanitian ya?"
"Iya donk! El gitu loh. La jadi?"
"Ah, kok kayaknya mustahil ya? Jangan-jangan kamu seksi konsumsi nggak?"
"La jadi?"
"Kalau di rumah hemm.. tidur aja kerjanya. Ngeleler geraknya (baca: lelet)..."

Ketua Pelaksana Pemilihan MAWAPRES

Nama Acara : Pemilihan dan Penganugerahan MAWAPRES Universitas Riau
Penyelenggara : UR Cendikia Universitas Riau
Waktu : 14 April-2 Mei 2015
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Tahun lalu, aku yang menjadi peserta dan tinggal terima bersih saja. Tahun ini, aku dipilih sebagai ketua pelaksana acara. Itu artinya, aku harus kerja ekstra sampai dengan acara penganugerahannya. Dalam pembukaan dan penutupan, aku selalu dipanggil untuk memberikan kata sambutan dan itu luar biasa pemirsaaa. Aku sangat surprise dengan semua itu. Ini adalah tahun penuh bakti sepertinya pemirsaa.

___Jangan diam saja, bergeraklah! Melihatlah! Mendengarlah! (Truly Elysa)

Inspirasi: Karena Kamu Tidak Menjemputnya

Kemarin malam, Okta sibuk memasang selempang MAWAPRES di bahu dan melabuh hingga pinggangnya, lalu ia berpose  ala pagean.
"Kak, Okta merasa cocok loh Kak pakai selempang kayak gini!"
"Memang cocok," jawabku sok cuek.
"Kak, Okta rasanya sangat tahu dan faham semua seluk beluk tentang perdutaan, tapi kenapa ya rasanya nggak ada ya satu pun selempang yang datang ke Okta?" tanyanya dengan memelas.
"Karena kamu nggak menjemputnya, Dek! Ituuu aja jawabannya," tegaku.
Semoga kalimatku berkesan di hatinya.

Dan malam ini, dia menelvonku dan berkata:
"Kak, Okta benar-benar teringat terus loh kalimat Kakak yang semalam tuh."
"Yang mana, Dek?"
"Karena kamu nggak menjemputnya, Dek! yang itu, Kak."
"Oh. Emang bener, kan? Tadi Kakak bilang sama Kak Umil: Mil, Mamake masih ingat waktu malam itu Umil bilang mau menyerah. Namamu sudah tertulis di Lauhul Mahfuzdnya Allah untuk menang hari ini. Coba aja kalau Umil benar-benar nyerah, pasti selempang itu akan dimiliki oleh orang lain. Kakak bilang gitu, Dek. Kan ada 3 jenis rezeki dari Allah; Rezeki yang dijamin, Rezeki yang terjamin dan Rezeki yang dijanjikan. Nah, masalah menjemput itu termasuk ke dalam Rezeki yang dijanjikan. Kata Allah: Kalau kamu berusaha, Aku akan kasihkan ini atau itu."
"Tiba-tiba Okta berfkir Kak, jangan-jangan sebenarnya selempang itu udah tersedia untuk Okta sekarang. Tinggal menunggu Okta jemput lagi haaa."
"Iya, bener tuh. Dan, kalau ternyata Adek nggak menjemputnya, tentu orang lain akan mengambilnya. Yuk, jemput dia, Dek!"

Izinkan Aku Merumah di Hatimu

Pada dini kali ini aku ingin bercerita
Tentang sosok yang tak mampu ku lupa di antara rimbun dedoa
Jika pun tiada lagi waktuku, dialah yang ku pinta mendoakanku pula
Meski tanpa pernah ragu, pun aku menyakini doanya untukku jua
Tapi apalah salah jika pinta melebihi yang pernah dikira?
Tuhan kita adalah satu untuk segala pinta

Mei yang ku sambut hangat, 2015