Minggu, 11 Oktober 2015

Nasehat: Shaf Kita Harus Rapat!


Ada kejadian yang miris di masjid indah ini. Aku perhatikan, mereka banyak yang membawa sajadah sendiri padahal sajadah di dalam masjid ini bagus dan sudah meliputi seluruh lantai. Mending kalau sajadah itu dirapatkan, ini tidak. Sehingga antara makmum yang satu dengan lainnya maish berjarak. Seorang ibu baru saja datang di sebelah kananku, ku tarik tangannya agar merapat kedekatku. Ia lalu memindahkan sajadahnya, tapi hanya sedikit saja sehingga aku dengannya masih berjarak. Ketika tangannya ingin ku tarik lagi, eh si ibu udah mulai sholat aja. Bingung deh aku jadinya.
Ya Allah… kami sangat miskin ilmu. Tambahkan ilmu yang bermanfaat untuk kami ya allah. Sehingga kami bisa beribadah kepada-Mu secara sempurna. Seperti seringnya kami berusaha menyempurnakan urusan dunia kami. Aamiinn.

Cinta tak tergantikan Maya

Terlihat sama antara ada dan tiada
Genggaman canggih ini agaknya
Menyebab segala dekat
Jarak tiada terasa
Semua terwakilkan
Tersampaikan lewat pesan tanpa suara
Atau suara tanpa rupa
Atau rupa dan suara
Tapi ternyata tetap ada yang tak terwakilkan
yaitu Cinta
Sebab Cinta tak tergantikan maya

Oktober dalam kemurnian cinta, 2015

Hati-hati dengan Penjahat Kelamin!



Seumur hidup, rasanya baru kali ini aku nambah lagi ketika sarapan di luar. Mungkin karena sedang sama Okta, jadi nafsu makan yang sama-sama besar menyatu atau gimana. Yang jelas, dia mesan Mie Tek-tek dan aku mesan Mihun Goreng dan setelah habis kami mesan 1 porsi Mihun Goreng lagi dan rebutan makannya. Huahhh.. memang kayak bocah-bocah banget kaminya.

“…Dek…nggak boleh buruk sangka gituuuu doh! Itu hanya prasangka Adek aja. padahal belum tentu kenyataannya seperti ituuu!” jelasku ketika Okta terus berceloteh tentang seseorang yang tidak ia senangi. Segala sesuatunya serba salah tentang orang tersebut.
“Iya juga sih,” sadarnya.
“Adek nggak akan berhasil berburuk sangka di depan Kakak Dek. Kakak selalu punya cara meyakinkanmu kalau itu hanya prasangkamu aja. Karena apa coba?”
“Karena apa memangnya Cek?” tanya Okta, penasaran.
“Karena Kakak juga suka berburuk sangka sama orang. Tapi ketika Kakak sedang dalam keadaan positif seperti ini, Kakak nggak rela kalau orang lain seburuk Kakak. Selagi bisa, Kakak akan berupaya meyakinkannya tentang hal yang baik-baik.”
“Selalaapnyaaa!”