Minggu, 02 Agustus 2015

Truly Elysa telah diluncurkan



Wahai jiwa yang terlelap dalam buaian mimpi, terjagalah untuk menunaikan sholat Subuh (emot cium)
Pesan dari mami yang so sweet itulah yang pertama kali terbaca olehku ketika baru membuka mata. How nice my mommy is ^_^. Well, kembali menjadi anak kos berarti kembali menjalani aktivitas yang suka-suka gue. Udah 3 hari ini aku sarapan pake mie. Mau ke luar, mesti nyalain motor dulu, ganti baju dulu, repot ah. Aku kan suka sama yang praktis-praktis aja pemirsaa.

Setelah sholat Subuh dan mengaji, aku mulai merancang tata tulisan untuk mengisi lama Truly Elysa-ku. Aku akan mencantumkan pencapaianku, nama acara, waktu, penyelenggara dan sekilas ulasannya. Aku memang sengaja hanya menampilkan profil singkat seperti itu karena kalau mau cerita selengkapnya ya ada di Me of The Day. Jadi, perjalanan dan pencapaian yang ku tulis di Truly Elysa itu hanya gambaran umumnya saja. Kayaknya sih bakal keren, aku udah membayangkannya. Semoga.

Menulislah tentang Tuhan

Seseorang bertanya kepadaku tentang fokus jurusan.
Ku jawab "Pendidikan Ekonomi"
Ia bergeleng.
Ku tanya "Ada apa?"
Ia hanya berkata "Tak apa"
Adakah keheranannya?
Atas penyebab apa?
Minat menulisku kah?
Jika ia, maka seharusnya ku jawab begini, "Menulis itu pekerjaan Tuhan. Maka sebaiknya pun kita menirunya. Tuhan menulis tentang kita. Kita pun seharusnya menulis tentang Tuhan."

Agustus dan ide yang tercetus, 2015

Nasehat: Hikmah menjadi Muslim


“Rin, aku pernah dapat ilmu tentang orang non muslim yang baik hati. Jadi, pahala mereka itu tetap ada setiap kali mereka berbuat kebaikan. Tapi, pahalanya itu ibarat kayak mutiara yang terkunci di dalam kotak kaca; cuma bisa dilihat, tapi sayangnya nggak bisa diambil.”
“Kenapa bisa gitu El?”
“Karena dia nggak memegang kuncinya; 2 kalimat syahadat.”
“Emmmmm…gituu. Alhamdulillah ya kita terlahir dari keluarga muslim. Coba kalau nggak, belum tentu kita dapat hidayah untuk masuk islam kan? Kalaupun kita mau, mungkin keluarga kita lagi yang menjadi tantangan.”
“Alhamdulillah ya Allah. Kita adalah muslim. Ini anugerah.”