MENULIS adalah AKU; caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Minggu, 05 April 2015
Bersebut Kenangan
Inspirasi: Hilangkan Penyebabnya, Hilanglah Cinta
Dalam sebuah obrolan di pangkal malam,
"Dek, kalau untuk yang 1 itu, Kakak pernah baca kalimat yang begitu indah ini: Cinta adalah hasil dari Penyebab-an. Maka, jalan satu-satunya untuk menghilangkan CINTA adalah dengan menghilangkan penyebabnya. Keren kan, Dek? Nah, ada lagi kalimat Jawa kuno yang artinya; CINTA itu ada karena kebiasaan. Intinya, sebenarnya kita bisa mengendalikan rasa CINTA itu. Maka, semoga kita nggak terkecoh dan tetap kukuh menunggu cinta dari Allah ya."
"Iya ya, Kak? Pantesan aja, ketika Adek udah nggak pernah lagi komunikasi dengan dia Adek jadi biasa aja sekarang. Jadi, Adek berfikir; terus, yang kemarin itu apa namanya? Bukan cinta ya ternyata? Hanya karena terbiasa aja jadi seolah-olah semuanya jadi CINTA."
"Kakak dulu pernah berusaha berdalih, Dek. Dan, ketika baca terjemahan Al-Quran ini Kakak benar-benar merasa sangat tersindir; Sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan 2 hati dalam 1 rongga. Kalau diperhatikan sekilas, Kakak nggak tahu persis apa makna kalimat indah itu. Tapi, Kakak merasa itu adalah sindiran dari Allah untuk Kakak. Artinya, kita memang nggak pernah bisa menggunakan dalih: Aku akan tetap mencintai-Mu lebih dari aku mencintainya, sebab itu benar-benar bulshyit, Dek! Nggak akan pernah bisa kita ADIL mencintai Allah sekaligus mencintai seseorang yang nggak halal bagi kita. NGGAK AKAN! Kalau mencintai suami kita, itu beda lagi. Karena suami kita sudah dihalalkan bagi kita bahkan segalanya berpahala."
"Dek, kalau untuk yang 1 itu, Kakak pernah baca kalimat yang begitu indah ini: Cinta adalah hasil dari Penyebab-an. Maka, jalan satu-satunya untuk menghilangkan CINTA adalah dengan menghilangkan penyebabnya. Keren kan, Dek? Nah, ada lagi kalimat Jawa kuno yang artinya; CINTA itu ada karena kebiasaan. Intinya, sebenarnya kita bisa mengendalikan rasa CINTA itu. Maka, semoga kita nggak terkecoh dan tetap kukuh menunggu cinta dari Allah ya."
"Iya ya, Kak? Pantesan aja, ketika Adek udah nggak pernah lagi komunikasi dengan dia Adek jadi biasa aja sekarang. Jadi, Adek berfikir; terus, yang kemarin itu apa namanya? Bukan cinta ya ternyata? Hanya karena terbiasa aja jadi seolah-olah semuanya jadi CINTA."
"Kakak dulu pernah berusaha berdalih, Dek. Dan, ketika baca terjemahan Al-Quran ini Kakak benar-benar merasa sangat tersindir; Sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan 2 hati dalam 1 rongga. Kalau diperhatikan sekilas, Kakak nggak tahu persis apa makna kalimat indah itu. Tapi, Kakak merasa itu adalah sindiran dari Allah untuk Kakak. Artinya, kita memang nggak pernah bisa menggunakan dalih: Aku akan tetap mencintai-Mu lebih dari aku mencintainya, sebab itu benar-benar bulshyit, Dek! Nggak akan pernah bisa kita ADIL mencintai Allah sekaligus mencintai seseorang yang nggak halal bagi kita. NGGAK AKAN! Kalau mencintai suami kita, itu beda lagi. Karena suami kita sudah dihalalkan bagi kita bahkan segalanya berpahala."
Lokasi:
Brunei
Langganan:
Postingan (Atom)