Minggu, 07 Februari 2016

Mengingat hari dengan Berdiari



“Eh, Kak, andaikan aku juga rajin nulis diary, pasti hari-hari penting yang udah aku lewati semuanya tercatat dengan rapi,” aku dek Cirip. “Eh, Woyyy kemarin kan pas aku pulang kampung, ku baca-baca lagi diaryku waktu SD, ya ampuuuuunn ternyata aku nulisnya cuma setahun sekali. Pas ku buka eh curhatan tahun 2007 dan pas ku buka lagi sebelahnya eh curhatan tahun 2008. Hahaaa.”

be Happy in the middle of Worry

Kita harus setingkat di atas masalah-masalah kita. Supaya kita bisa melihat dengan jernih dan memenejemen dengan logis. Ada sebuah trik memanajemen rasa panik; bagaimana caranya untuk tetap HAPPY di tengah WORRY. Pertama, kita harus mengelompokkan dulu, apakah masalah yang kita hadapi ini termasuk kategori yang mampu kita selesaikan atau tak mampu kita kendalikan? Kalau ternyata masalah kita ternyata tak mampu kita kendalikan, maka…. Its time to be HAPPY!

Segalamu adalah puisiku

Guyonanmu ku jadikan puisi
Tawamu ku jadikan puisi
Diammu ku jadikan puisi
Pujianmu ku jadikan puisi
Air matamu ku jadikan puisi
Bahagiamu ku jadikan puisi

Ntah sejak kapan kamu mulai jadi puisi-puisiku
Agaknya sejak november yang berwarna hijau, beraroma hujan
Masih ranum kala itu
Segala sapa yang serasa baru dimula
Padahal 2 tahun silam kita sama-sama mendongengkan piala
Lalu cuti pada segala sua

Aku memperbesar harap
Atasmu yang dikerdilkan jarak
Aku juga memperbesar doa
Untuku yang dikerdilkan masa
Aku selalu besar untukmu


Aku dan kamu yang menjadi puisiku, 2016