Sabtu, 11 Juli 2015

Kamu Kini Sepi

Perihal diammu
Aku sudah tak terlalu mau tahu
Hati mulai lelah menerjemah
Senyum terlalu cepat berganti sengak
Karib yang dulu masih ingin diawetkan
Lebih dari sekedar temu selintas
Lebih lanjut kepada temu merindu
Tapi kini kita tak saling sapa
Kau diam acuh karena kecewa
Aku diam karena menuruti diammu
Kita memang sudah tak beralasan
Untung duduk bersama lebih lama
Kita sama-sama sepi
Bahkan, saat tanganmu menjabat
Hatimu tak lagi erat
Kita adalah perpisahan yang dulu sama kita takutkan
Kita adalah perpisahan yang dulu takut tak tertaklukkan

Juli dalam Senyap, 2015

Inspirasi: Jujur untuk Kaya


Aku masih ragu. Okta, Vera dan Joni akan pulang hari ini. Reni pun kemungkinan besar iya. Kampus? Belum tentu pegawainya standby. Kalaupun standby, belum tentu semuanya bisa terselesaikan hari ini. Ya Allah, mohon berilah hamba petunjuk-Mu.

Ku raih map kuning dari bawah tempat tidurku. Ini adalah map yang selalu ku gunakan dalam perjuangan mengajukan judul tempo hari. Ku raih selembar kertas yang teletak paling atas, bertuliskan Persyaratan Calon Penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Ku baca satu per satu persyaratan yang tertulis di sana. Oke, nggak ada masalah dari sekian banyak poin yang wajib ku lengkapi itu, tapi ada 1 poin yang ku garis bawahi; Melampirkan Surat Keterangan tidak mampu dari RT atau Kepala Desa setempat. Is that must be? For me?
Bismillah, aku yakin untuk tidak mendaftar beasiswa ini ya Allah. Akan ada rezeki yang jauh lebih baik dan mulia ketika aku lebih memilih untuk bertindak jujur. Insya Allah.