Minggu, 26 Januari 2014

Peserta Workshop Art and Design Pictogram oleh ALFA College

Nama Acara : Pameran Pendidikan Luar Negeri di Hotel Grand Jatra Pekanbaru
Penyelenggara : IES Pekanbaru
Waktu : 26 Januari 2014
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Dalam workshop ini, kami diminta membuat logo woman dan man yang biasa dilihat kalau ke toilet. Bermodal kertas origami, gunting dan lem, kami berkreasi menciptakan logo-logo baru. Asal bisa dibedakan mana toilet cowok dan mana toilet cewek. Sepele memang, tapi seru banget dan baru nyadar bahwa seorang konseptor itu memang luar biasa banget dan wajar kalau bayarannya mahal. Kami mengonsep logo baru aja susah banget dan rata-rata udah pernah ada juga. Itung-itung belajar dan nambah kenalan di sini.

___Kita bisa saja menyepelekan, tapi tidak ada sesuatu yang kecil dan remeh di hadapan Allah (Truly Elysa)

Peserta Workshop Interaktif oleh SUNWAY College

Nama Acara : Pameran Pendidikan Luar Negeri di Hotel Grand Jatra Pekanbaru
Penyelenggara : IES Pekanbaru
Waktu : 26 Januari 2014
Judul Karya : -

Tentang pencapaian :
Aku ingat banget ketika itu namaku terpanggil sebagai penerima Angpao sementara aku sedang sholat maghrib. Untung saja aku sudah menitipkan pesan kepada seseorang untuk mengambilkan angpaoku kalau namaku dipanggil. Lia udah terlebih dahulu pulang sejak jam 5 tadi karena adek-adeknya di asrama membutuhkannya. Sementara aku, masih tetap di sini dan baru akan dijemput Lia setelah sholat maghrib.
Dalam workshop ini, kami diminta bekerja sama dalam kelompok  untuk bermain games tebak kata dalam bahasa inggris. Tujuannya adalah untuk menilai sejauh mana kekompakan suatu tim. Aku berfikir, mereka yang duduk dengan teman-temannya akan lebih WOW daripada aku yang duduk dengan orang-orang baru. Tapi, ternyata aku salah, justru kelompok kamilah yang terbaik. Pesertanya rata-rata anak SMA dan hanya beberapa dari umum. Karena memang, sasaran utama dari pameran ini adalah menjaring siswa SMA untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.

___Jangan menilai sesuatu hanya dengan mengandalkan mata (Truly Elysa)

Rabu, 22 Januari 2014

Penulis Pendatang Baru Terpuji FLP

Nama Acara : Milad FLP ke-16th
Penyelenggara : FLP Wilayah Riau
Waktu : 22 Januari 2014
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Usai acara talkshow di ruang LPM Universitas Riau, acara milad FLP dilanjutkan dengan temu dan diskusi keluarga FLP di serambi Balai Bahasa Provinsi Riau. Ada acara pemotongan kue, ada wejangan dari Mbak Sugi sebagia ketua FLP Riau dan bang Alam Terkembang sebagai ketua FLP Pekanbaru, ada games seru dan terakhir ditutup dengan penghargaan kepada anggota melalui voting. Ada 3 kategori penghargaan waktu itu dan salah satunya adalah Penulis Pendatang Baru terpuji. Pengumuman atas 3 kategori itu lewat FB pada malam setelahnya. Alhamdulillah, namaku muncul sebagai Penulis Pendatang Baru Terpuji. Ntah dari mana teman-teman menilainya mungkin karena aku baru kembali dari Malang atau bagaimana. Yang jelas, aku menyadari 1 hal; Berkarya itu perlu apresiasi dan berprestasi itu perlu sosialisasi. Kalau seandainya waktu aku ke Malang kemarin nggak ku ekspos di medsos dan nggak ada yang tahu, gimana bisa menginspirasi orang lain dan mengapresiasi diri?
Jujur, aku akan minder banget kalau cerpenku itu sempat dibedah. Karena, aku pun mengakui bahwa cerpenku itu biasa banget (diksinya). Tapi, yang membesarkan hati adalah terpilihnya cerpenku itu ya karena inspirasi yang termuat di dalam ceritanya itu. Apapun itu, aku sangat bersyukur atas perjalanan kemarin. Semoga perjalanan ini akan terus berlanjut. Aku ingin melihat dunia yang lebih luas lagi.

___Cukuplah rasa minder kita, hanya hati yang tahu (Truly Elysa)

Senin, 20 Januari 2014

Top 10 Duta FKIP

Nama Acara : BEM FKIP EXPO
Penyelenggara : BEM FKIP Universitas Riau
Waktu : 20 Mei 2014
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Berkat dukungan teman-teman, aku bisa berada di posisi 10 besar Duta FKIP Universitas Riau. meskipun aku sedih ketika aku harus turun panggung ketika pengumuman 5 besar. Allah selalu mengajarkan banyak rasa kepadaku, takdirku untuk turun panggung ini aku fikir sangat kontras sekali dengan banyaknya pendukungku. Mereka yakin akulah yang akan terpilih sebagai Duta FKIP 2014 merujuk pada peraihanku di MAWAPRES Universitas. Tapi, yang aku dan mereka harapkan itu ternyata tidak terjadi. Aku tak mengapa karena ada Inur dan Romi yang masih berdiri di panggung sebagai 5 besar.
Hal yang mengejutkan adalah saat pengumuman pemenang dan ternyata Romi juara 1 dan Inur juara 2. Aku bahagia banget melihat orang-orang disekitarku berhasil. Meskipun, keinginanku adalah kami menang dan memgang piala bersama. Romi nyaris nggak mau ikut kalau aku nggak berhasil memaksanya. Inur? Aku ingat banget kalimat dia, “Mbak, Inur pengen kayak Mbak. Inur pengen sebelum tamat, Inur punya piala.” Dan, hari itu aku benar-benar melihatnya memegang piala sekaligus selempang di bahunya. Aku menjadi saksi atas 2 orang yang luar biasa hari itu. Ketika menyalami Inur, aku berbisik kepadanya, “Lain kali Inur nggak boleh minder sama Mbak kayak tadi, karena yang terjadi bisa saja di luar dugaan seperti ini Nuur.”
Hari itu aku belajar menjadi orang besar dengan berbesar hati menerima takdir. Tidak selamanya yang kita prediksi itu salah dan tidak selalu menjadi benar. Karena, keputusan itu sepenuhnya adalah urusan Allah. “Ikan yang besar itu harus di letakkan di laut Lis, bukan di dalam ember karena geraknya akan terbatas. Elis adalah ikan besar itu,” bang Hendra yang menjadi juri saat itu menasehatiku dengan kalimat inspiratif. Sejak saat itu aku percaya bahwa Allah sedang merencanakan hal besar untukku.

___Jangan memprediksi terlalu jauh, jangan berharap terlalu banyak. Nanti kamu akan kecewa (Truly Elysa)

Sabtu, 04 Januari 2014

Opini Terpilih dalam Buku 67 Tahun Koperasi Indonesia

Nama Acara : Opini Kami untuk 67 tahun Koperasi Indonesia
Penyelenggara : KOPMA UNY, Yogyakarta
Waktu : 4 Januari 2014
Judul Karya :
1. Meretas Manfaat Perubahan Teknis Pemilihan Pengurus Koperasi
2. Sertifikat Modal Koperasi, Cikal Bakal Kapitalisme

Tentang Pencapaian :
Alhamdulillah dari 2 opini yang ku ikutsertakan dalam perlombaan ini, ternyata kedua-duanya terpilih unutk dibukukan. Perlombaan ini diadakan bertepatan dengan momen 67 tahun usia Koperasi Indonesia dan masih hangat perubahan UU perkoperasian UU No. 25 Tahun 1992 menjadi UU No. 17 Tahun 2012. Aku adalah salah satu dari mereka yang kontra terhadap perubahan undang-undang tersebut. Tapi, dalam opini ini, aku berusaha untuk mengedepankan unsur netralitas dan menyajikan pendapatku dalam analisa permasalahan yang logis. Meskipun aku belum berkesempatan untuk terbang ke Jawa lagi, tapi setidaknya NAMAKU sudah hidup di sana. Semoga karya ini menjadi doa yang MENGUNDANGKU untuk kembali menapaki tanah Jawa bersama prestasiku. Aamin.

____Antara Perjuangan dan Keberhasilan itu ada JARAK. Bisa berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Maka, sabarlah dalam KEAKTIFAN. (Truly Elysa)

Rabu, 01 Januari 2014

Kader Akhwat Terbaik dan Pemenang 1 Esay

Nama Acara : Talkshow dan bedah buku 99 cahaya di Langit Eropa
Penyelenggara : Riset dan Keilmuan LSO LSI Al-Maidan FKIP Universitas Riau
Waktu : 1 Januari 2014
Judul Karya : Hapus Dikotomi Pendidikan melalui Pembelajaran Kolaboratif

Tentang pencapaian :
Aku dipanggil 2 kali dalam selisih waktu beberapa menit saja untuk menerima 2 hadiah. Yang pertama karena aku menjadi juara 1 menulis Esay tentang pendidikan dan yang kedua diapresiasi sebagai kader akhwat berprestasi selam periode 2013-2014. Aku juga mendapatkan hadiah karena benar menjawab pertanyaan dari pembicara talkshow. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Semoga aku selalu bisa menjadi panutan dan bermanfaat buat teman-teman.

___Penghargaan yang ku terima bukanlah bukti bahwa aku hebat, tapi bukti bahwa aku sedang belajar menjadi orang hebat (Truly Elysa)