Selasa, 24 November 2015

Selamat Ulang Tahun pak Asep

Padahal, beberapa sahabat yang berulang tahun sebelum tanggal ini tapi belum sempat juga ku buatkan puisi. Tapi, ketika melihat nama bapak, aku seperti seorang murid yang sedang diminta mengerjakan soal; cepat melaksanakan perintah. Jemariku bergerak seketika..

Selamat berbaru umur wahai pendidik
Meski tak langsung mendidikku
Selamat berbiru waktu wahai pendidik
Meski aku bukan murid yang engkau didik
Selamat berterus usia wahai pendidik
Meski yang didik belum tentu juga menjadi pendidik

Puisi kah ini?
Ntahlah.
Aku tak terlalu pandai memaknai makna
Yang ku tahu hanyalah
Puisi adalah semua pena
Seluruh jiwa

Untuk pak Asep Odang Kurnia, 24 November 2015

"Karena kamu sudah menjemputnya, Dek!"



Heemmm.. ternyata begini caranya. Kalau mau fokus ngetik, aku harus mencabut modem dari laptop. Karena, kalau nggak kayak gini, aku pasti akan sering banget ngelihat berbagai notif atau ngedit-ngedit blog lagi. Hhehee. Ternyata begini ya rasanya bahagia ketika berhasil membaca diri sendiri.
“Ya Allah, tanganku kok gemetaran ginii?”
Kayaknya aku sedang kelaparan parah deh! Owalah, udah jam 2 ya ternyata pemirsa? Huahhh, pantesan. Tapi kemarin siang kok nggak terasa kayak gini ya? Duuuhhh,, nulis pun jadi agak susah nih! Karena gemetaran banget dan salah-salah neka
n tuts keyboard. Hiksss.
Kak, pesan nasi bungkus 1. Lauknya telur dadar ya kak. Di pondokan Chichi, kamar nomor 2. Makasih kak.
Untung aja ada si kakak pengantar lauk yang selalu siap antar setiap saat. Bahkan, walaupun aku nggak punya pulsa, SMSku selalu dibiayainya. Jadi nggak perlu khawatir deh! Alhamdulillah...