Melihat
keromantisan mami dan papi, aku jadi berdoa, Ya Allah, hamba ingin menikah
diwaktu yang tepat menurut-Mu. Dan,
pastikan saat itu tidak ada keraguan dan aku tidak punya alasan atau keinginan
untuk menolak imamku itu. Aamiin. Karena sesungguhnya, aku takut merasa lelah
dengan keraguanku sendiri.
MENULIS adalah AKU; caraku beristirahat, caraku memaafkan, caraku mencintai dan caraku hidup abadi.
Kamis, 02 Juli 2015
Inspirasi: Romantisnya Mami-Papi
Mami datang
Sudah ku tawarkan daya untuk mudahnya
Tapi mudahnya bukan defenisiku
Ia tetap ingin datang ke sini
Menjemput Nilam yang akan lebih dulu pulang
Aku masih beberapa waktu kemudian
Keputusannya membulat
Aku dikabari tentang jam berangkat
Sekaligus senang sebenarnya
Sebab beberapa hari ke depan
Puasaku akan berteman, tak sepi
Tapi mudahnya bukan defenisiku
Ia tetap ingin datang ke sini
Menjemput Nilam yang akan lebih dulu pulang
Aku masih beberapa waktu kemudian
Keputusannya membulat
Aku dikabari tentang jam berangkat
Sekaligus senang sebenarnya
Sebab beberapa hari ke depan
Puasaku akan berteman, tak sepi
Selamat datang Mami, Juni-2015
Ramadhan ke-15; KKN-mu adalah KKN-ku Dulu
Waktu aku bangun, Rini udah sholat Tahajjud dan sedang
mengaji.
“Rin, kita makan mie aja yuk? Biar nggak rempong ke luar.”
“Ya udah kalau El mau makan mie. Aku sendirian aja ke luar.”
“Ciyeee… yang beraniii.”
“Udah beberapa hari kemarin aku makan mie terus soalnya.
Takut sakit ntar.”
Pukul 04.11wib, kami ke luar. Cukup berbeda dengan malam
kemarin yaitu ketika kami ke luar udah pukul 04.20wib. Widiwww! Café Ceria
nggak buka lagi, mungkin sepi pengunjung. Atau justru terlalu rame waktu buka
dan udah habis untuk dijual ketika sahur. Kami lanjut ke RM 3 Putri. Aku
memesan nasi+ayam pop, sedangkan Rini nasi+ayam rendang.
“Yah, nggak ada kerupuk,” kataku sambil celingukan melihat
ke dinding di sampingku.
Rini mana peduli, yang penting ada nasi dan lauk aja dia
nggak bakal ribut nyari yang lain tuh.
“Rin, aku mau nambah ah!
“Ya udah nambahlah!,” kata Rini.
“Ya udah nambahlah!,” kata Rini.
Karena dipersilahkan oleh Rini sebagai juru dietku
*Gubrakkk!, akhirnya aku mengulang porsi dengan lauk yang tinggal separoh.
Hihii.
Langganan:
Postingan (Atom)
