Selasa, 10 Februari 2015

Inspirasi: Menulis karena Panggilan Hati

"Elis, makasih ya ucapan yang kemariin,” kata bang Zul, dengan serius.
“Yaaahhh, itu kan udah lama Bang. Sekarang baru bilang makasihnya.”
“Kan kemarin udah juga, sekarang secara langsung.”
“Oh, gituu. Ya, ya, sama-sama Bang. Itu udah kewajiban Elis karena Elis bisa menulis maka sudah seharusnya Elis berbagi lewat tulisan.”
“Ya, ya, mantap Lis. Pertahankan terus. Abang pun setelah ini ingin segera fokus menulis. Yaahhh.. nulis di blog juga mungkin. Sebenarnya, Abang udah punya 2 blog kemarin tapi nggak terkelola dengan baik dan…”

Dedo'a di Petala Langit


Lengan melemah

Ku tenteng sekedarnya air mata

Menerobos belantara kata

Memunggungi wajah senja  merona

Acuh pada sesiapa menyapa

Aku tak peduli

Terus saja air mata menganak sungai

Memberatkan lengan tangan bertambah-tambah

Masih ada sisa dedo’aku tadi di petala langit

Biar jatuh kemana mau

Aku sudah tak perlu tahu

Terlalu lama menunggu menyita waktu


 #Kamar Nomor 2
Februari sulung 2015