Ku tenteng sekedarnya
air mata
Menerobos belantara
kata
Memunggungi wajah
senja merona
Acuh pada sesiapa
menyapa
Aku tak peduli
Terus saja air mata
menganak sungai
Memberatkan lengan tangan
bertambah-tambah
Masih ada sisa
dedo’aku tadi di petala langit
Biar jatuh kemana mau
Aku sudah tak perlu
tahu
Terlalu lama menunggu
menyita waktu
#Kamar
Nomor 2
Februari sulung 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar