Selasa, 10 Februari 2015

Dedo'a di Petala Langit


Lengan melemah

Ku tenteng sekedarnya air mata

Menerobos belantara kata

Memunggungi wajah senja  merona

Acuh pada sesiapa menyapa

Aku tak peduli

Terus saja air mata menganak sungai

Memberatkan lengan tangan bertambah-tambah

Masih ada sisa dedo’aku tadi di petala langit

Biar jatuh kemana mau

Aku sudah tak perlu tahu

Terlalu lama menunggu menyita waktu


 #Kamar Nomor 2
Februari sulung 2015

Tidak ada komentar: