Rabu, 04 Februari 2015

Perampok Tanpa Wujud

Di pojok bumi antah berantah
Tersebutlah virus mematikan tak tersembuhkan
(sebenarnya bisa, tapi pesakitnya yang enggan sembuh)
Mesin tanpa ribut, kerja tanpa suara
Tapi pundi-pundi Rupiah berpindah seketika
Tetangga negeri pasti tahu apa sebutannya
Aku tak mau menyebutkannya apa
Karena ini aib bangsa
Tak lain oleh penghuninya
#Dari sebuah fenomena
Negeri pesakitan, Februari 2015

Nasehat: KKN sebagai Pematang Karakter

Adek lebih memilih untuk diam dan membaca blog mak ketika sudah terlalu bosan dengan (luka) di sini. Terimakasih mak.
“Rin, kayaknya si Teguh ini sedang mengalami  guncangan jiwa. Tapi, aku nggak tahu seberapa besar itu. Yang jelas ekspektasi dia tentang keadaan di sana pasti jauh dari harapan. Owalaahh Dekkk, kasihannya kamu Nakkk. Tapi, untunglah katanya dia nggak pernah slek sama Yana. Nah, besok kalau mau dengerin cerita Teguh, Yana harus ada juga biar lengkap mereka berdua ceritanya. Wehhh, pasti bakal seru.”
“Hemmm..bener, bener tuh.”
Semoga segala luka menjelma menjadi maaf-Nya. Aamiiin..
“Belum lagi cerita dari Okta, Romcek, Joni, Riiinn. Pasti mereka juga punya hot issue. Hehe. Emang ya Rin, walaupun kurang berguna, KKN ini penting banget esensinya. Anggaplah setelah kita tamat itu berarti kita sudah memasuki usia dewasa, nah KKN ini gunanya merebus karakter kita sebelum menghadapi dunia yang sesungguhnya. Iya kan Rin?”
 *edisi 27 Agustus 2015