Sabtu, 21 November 2015

Inspirasi: Tentang Pilihan

"Cek! Kakak mau tanya nih!” kataku ketika kami melintas di depan gedung Gasing.
Okta melambatkan laju motornya supaya mengiringiku.
“Kalau seandainya Cek memenangkan sesuatu, atau habis terbang ke manaaa gitu, atau sedang ulang tahun, terus ada seseorang yang nggak ngucapkan selamat ke Cek padahal dia cukup tahu Cek dan Cek yakin dia tahu tentang kisah Cek tadi, nah gimana sikap Cek ke dia?”
“Emmm…biasa aja sih. Okta tu tipenya kalau orang ngasih selamat ya Okta bahagia, kalau nggak dapat ucapan selamat ya nggak apa-apa.”
“Ini bukan tentang apa-apa atau nggak apa-apanya Cek. Tapi ini lebih kepada gimana Cek ‘membalas’ orang tersebut. Sederhananya gini, ketika dia tahu ulang tahun Cek tapi ntah karena alasan apa ternyata dia nggak ngucapin selamat, maukah Cek nanti ngucapin di hari ulang tahunnya?” tanyaku dengan intonasi dan ekspresi power full sehingga Okta mudah memahaminya.
“Nggak! Okta nggak mau ngucapin!” jawab Okta akhirnya.
“Iya. Sama. Kakak juga! Ini bukan tentang benar dan salah kan Cek? Ini hanya soal PILIHAN. Lagian, kita nggak SALAH kan kalau kita memilih untuk nggak ngucapin ke dia?”
“Iya, bener tuh! Kita kan nggak berhutang apa-apa sama dia. Ucapan itu pun adalah pilihan kita. Kalau mau ngucapin ya silahkan, kalau nggak mau ya itu pilihan kita.”

Selamat Ulang Tahun Harry dan Haggy

Kadang, aku mencintai KETERLAMBATAN
Meski lebih mulia jika mencintai KETEPATAN.
Tapi, keterlambatan yang kali ini ku akui
semoga mendapat tempat indah
dan tetap mencipta senyum.

Selamat berulang tahun duhai adindaaa...
Semoga semakin sholeh
Sesuai jalan yang harapan yang dirancang-Nya
Semoga apa-apa yang sedang diupayakan
Selalu beroleh kemudahan dan kesudahan
Yang baik lagi terbaik
Bersaudaralah karena-Nya
Bersama jua karena-Nya

Tiadalah harap selain semoga-semoga yang terbaik
Moga adinda senantiasa mengingat kakak
Dalam segala daya dan sempat
aamiinn...

untuk dek Hari Novar dan dek Hagi Novar
November 2015