Rabu, 25 Maret 2015

DOA: Allah yang Muliakan Kita

Diri ini lemah...
Kalau tidak Allah yang kuatkan kita,
Maka tidak ada suatu kekuatan apapun
Pada diri kita untuk menempuh panjangnya hidup
Diri ini kotor dan penuh dosa...
Kalau tidak Allah menutup aib pada diri kita,
Maka kitapun tidak akan mampu berjalan dihadapan manusia
Diri ini mudah lupa...
Bahwa Allahlah yang telah memberikan segala
Ingatkanlah diri kita, bahwa Allah tidak akan rugi tanpa kita
Tapi kitalah yang hina karena meninggalkan-Nya..

#Inspirasi dari Riery Purwantie

Rasa Bersendi Kata

Tak ada yang lain selain Cinta yang harus dicintai
tak terbendung lagi segala rasa diredam dalam sekawanan bungkam
diam-diam lirik perhatian diedar ke segala area
mengamati yang tercinta sedang mengapa apa
terseok-seok mendoa meski urutan tidak urut
tapi upaya tetap yang digayaguna
bukan! bukan aku yang mengajarimu pada-Nya
sebab, kapan aku bertobat dari labuh peluk padamu?
maka, aku serah-percayakan percaya pada-Nya
Dia akan arahkanmu pada jalan bermuara satu

Resah dari sebuah Gambar, 23 Maret 2015

Pembicara Sosialisasi MAWAPRES di FE

Nama Acara : Sosialisasi MAWAPRES
Penyelenggara : BEM FE Universitas Riau
Waktu : 20 Maret 2015
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Jelang pemilihan MAWAPRES, beberapa fakultas mulai mengadakan sosialisasi pra MAWAPRES untuk memotivasi mahasiswa di fakultas dalam mengikuti ajang paling bergengsi ini. Alhamdulillah, aku diminta secara professional oleh BEM FEKON untuk menjadi salah satu pembicara. Ada bang Rokhim juga ternyata sebagai pembicara kedua. Beliau adalah MAWAPRES 2 tahun 2011. Aku kagum banget dengan WD III FEKON yang agamis dan sangat welcome dengan acara-acara seperti ini. Jiwa muda beliau mirip banget dengan pak Iyal.
Dalam kesempatan itu, aku menyampaikan tentang betapa NOL besarnya aku dalam proses awal keikutsertaan di ajang MAWAPRES. Aku berharap kisah konyolku itu bisa menginspirasi teman-teman di FEKON supaya berani bermimpi dan mewujudkannya. Di berbagai kesempatan, aku selalu terharu ketika teringat bahwa dulu pun aku duduk sebagai penonton di bangku-bangku beku itu. Tapi, sekarang keadaan berganti; kini aku diberi kesempatan untuk berdiri di depan. Terimakasih ya Allah.

___Dalam suatu acara, sempatkanlah berdoa semoga setahun kemudian giliranmu yang berbicara di depan. (Truly Elysa)

Mengudara di UIN SUSKA-107,9 FM bersama JANUARI

Badan rasanya masih remuk setelah perjalanan panjang semalam.
Lia udah beranjak ke Gobah sejak jam 06.00wib.
Aku kembali merapal mimpi di samping Rini yang sedang membaca Al-Matsurat dan ternyata dia pun ikut tertidur pulas. Jam 7.30wib aku terkejut karena udah tidur selama itu sambil ngucap "Astagfirullahal'aziiim" sambil bangkit dari tempat tidur ngeliat Rini yang tidur menganga. Apa yang aku lakukan? Minum beberapa teguk dan kembali tertidur sampai jam 08.00wib. Huaaaa, ampun ya Allah. Rambut yang udah gatal-gatal karena keringat mewajibkanku untuk keramas (hha, jadi kalau nggak gatal-gatal nggak keramas).

Teringat jam 14.00wib bakal tune on di UIN SUSKA -107,9 FM, "Ah, nanti ajalah ke luar rumahnya," bathinku. Akhirnya kerjaanku hanya nulis aja di kosan sampai waktu siaran tiba. Karena Lia bilang dia nggak bisa ikut, mendadak aku ajak Rini. Pengennya semuanya ikut sih, tapi yang disediakan cuma 3 bangku untuk pembicara. Hiksss, Andin nggak ku ajak jadinya. Jam 13.00wib udah rapi, uda cantik, udah sholat, udah makan siang, kami cusss ke Garuda sakti lewat jalan pintas dari Bangau Sakti.

On Air di UIN SUSQA



Nama Acara : Promosi buku Tentang Januari
Penyelenggara : Radio UIN SUSQA
Waktu : 25 Maret 2015
Judul Karya : -

Tentang Pencapaian :
Sayang sekali Andin dan Lia nggak bisa ikutan ke Radio UIN SUSQA untuk On Air sebagai bintang tamu. Aku, Yudi dan Rini mengudarakan buku Tentang Januari kepada khalayak ramai bahkan kami bertiga membacakan salah satu puisi secara mendadak, nggak ada persiapan. Tapi, alhadmulillah dari beberap telvon yang masuk, kami menyimpulkan bahwa sambutan pendegar sangat positif. Diujung obrolan, masing-masing kami diminta oleh penyiarnya untuk memberikan 1 kalimat pamungkas. Nah, kalau aku bilang gini, ‘Jangan hanya dinikmati lewat telinga saja, tapi silahkan milikilah bukunya segera!’ *Emang semangat banget ngiklan nih yee.. hehe. Semoga Tentang Januari segera laris manis di tanah air. Aamiin.

___Semangatmu adalah Doa ^_^