Jumat, 04 Desember 2015

Pribadi yang Mendewasa dalam Usia 22 tahunnya



Nama Acara : Peringatan ulang tahunku
Penyelenggara : Bersama sahabat dan keluarga tercinta
Waktu : 04 Desember 2015
Tema hari : Mensyukuri Usia yang Menyempurna 22 tahun dan Memaknainya

Tentang Pencapaian :
Bertambah usia adalah prestasi bagiku. Karena di usia ini, aku sangat mensyukuri apa adanya diriku atas apa yang telah ku raih dan apa yang belum ku raih. Allah telah memberiku kesempatan lewat hadiah umur ini, untuk bertambah baik lagi, bertambah menyanyangi sesama, bertambah bermanfaat, bertambah bijak dan bertambah ilmu. Menuliskan kesyukuran seperti ini adalah caraku bersyukur dengan lebih elegan. Supaya usia ini jadi pengingat akan perjalanan yang semakin jauh dan tujuan akhir yang semakin dekat. Terimakasih atas doa-doa baik dari seluruh sahabat dan keluarga tercinta. Semoga doa-doa baik itu berlaku untuk kalian pula. aaamiin.

Aku berdoa kepada Allah, supaya di tahun ini aku bisa berkontribusi besar untuk kota Pekanbaru lewat Bank Sampah dan ingin ber-wastepreneur dari sana. Aku ingin punya toko kado khas dari olahan sampah, butik pakaian daur ulang sampah, kafe, radio, menjadi franchise di seluruh kota besar di Indonesia dan menjadi permodelan juga untuk luar negeri. Aamiin. Dan.. jika jodohku memang sudah dekat dan aku sudah layak, insya allah aku siap dijemputnya. ^_^

____Menuliskan MIMPI adalah DOA. Menuliskan PRESTASI adalah caramu MENSYUKURI. (Truly Elysa)

Umur yang Menyempurna; 22 tahun-ku



Ketika membuka mata…
“Ya Allah… kamarku masih berserak ternyataa.”
Padahal, berharapnya ketika bangun tidur, kamar ini udah rapi dengan sendirinya karena disulap oleh peri. Hehee. Setelah menunaikan ritual subuh, aku menarik HPku dan mengupdate PM di BBM; 4th December at 22nd times. Aku bahagiaaa sekali pagi ini. Usiaku akan genap 22 tahun sore nanti, karena aku dilahirkan sore pukul 17.00wib, kata mami. Ucapan selamat dan doa-doa pun mengucur seketika untukku. Dan, diantara sekian banyak ucapan, ada 1 ucapan yang sangat sederhana tapi pemberinya adalah orang yang istimewa…
HBD ya El, moga sehat selalu. Maaf agak terlambat. Tadinya mau ngucapin pas pergantian tanggal, tapi tadi malam ketiduran.

Dia bernama SOFI. Dia laki-laki. Karena, kepanjangan namanya adalah SOFIUDIN hehe, unik kan? Aku mengenalnya ketika dia duduk di kelas 3 MTS dan aku di kelas 1 SMP, kami beda sekolah. Sejak pertemuan pertama itu dia mengaku menyukaiku. Tapi, yaaa… karena aku punya ideologi yang ku pegang teguh, maka aku hanya menganggapnya teman. Sampai sekarang, sudah 9 tahun berlalu, tidak pernah sekali pun dia lupa tanggal lahirku. Sederhana memang. Tapi, ini bener-bener SESUATU; anugerah yang harus aku syukuri dan ku terimakasih-i. Mengingat tanggal lahir orang bukanlah perkara mudah, apalagi tanggal lahir orang yang tidak pernah menganggapmu ‘lebih’. Tapi inilah yang ku apresiasi dari kak SOFI. Mungkin, karena kesederhanaannya inilah sampai sekarang kami masih berteman baik. Ya Allah, baikkan akhlaknya juga dan semoga masa depannya juga cerah. Aamiin..

Menghadiahi Diri, Mempuisikan Diri

-Ingin menghadiahi diri sendiri dengan PUISI-

Tahun lalu, aku menghadiahi diri dengan blog ini.
Alhamdulillah sudah ribuan tulisan meng-ABADI di sini.
Saat ini, aku lebih ingin berprosa-puisi.
Sengaja tak terlalu puitis, supaya kamu pun faham arti.

 Alhamdulillah, terimakasih Allahku
Ini adalah usia 22ku
Aku masih Engkau beri kesempatan untuk bertaubat
Untuk berbuat lebih banyak lagi
Lebih taat lagi padaMu
Sebab, belum tentu 23 nanti adalah milikku

Ya Allah, aku ingin bersegera membahagiakan kedua orang tuaku
Setelah ini, aku akan mengarah ke sana
Sebuah masa tempatku mendewasa
Dengan segala usaha dan kerja keras yang akan ku mulai dari titih terendah
Tolong tunjuki aku jalanMu 
Sebab cita-cita ini pun berbasis pada pengabdian padaMu
Pada bumiMu, pada alamMu.

Mohon dekatkan aku dengan jodohku pada masanya
Tidak perlu sekarang, 
Kecuali jika dia sudah bermantap hati
Dan mampu memantapkan aku
Maka, datangkanlah...
Dia yang mencintaiMu dan RosulMu
Dia yang suka melunak ketika aku mengeras
Dia yang penyayang kepadaku, keluargaku dan keluarganya
Dia yang dewasa, matang dan mampu mengayomiku
Dia yang selalu mendukungku
Dia yang baik untuk dunia dan akhiratku
Dia yang selalu bisa menjadi peneman dan pendukungku. 

aamiiinnn...

4 Desember 2015. Untuk ulang tahun diri ke 22

Nasehat: Jangan Sepelekan Kebaikan Kecil



“Bahkan hari yang dianggap spesial pun hanya dihabiskan dengan membalas ucapan selamat ulang tahun atau menghabiskan waktu bersama. Salah? Gak juga sih. Tapi makna apa yang bisa kamu ambil dari hal itu?"
Dari keseluruhan tulisannya yang berjudul MEMAKNAI HARI itu, aku benar-benar tidak sepakat dengan kalimat yang satu ini. Karena, di tanggal 4 kemarin, aku benar-benar membalas semua ucapan selamat ulang tahun untukku. Semua. Kalau dia hanya mengucapkan HBD atau met ultah atau happy birthday ya, aku sampai cari cara cepat dan praktis untuk membalasnya, yaitu dengan mengkopi-paste ini; Makasih yaaaa… Tak lupa, aku pun me-like semua ucapan itu setelah membalasnya. Aku justru memaknainya sebagai sesuatu yang luar biasa dan tidak bisa disepelekan. Ini adalah hal kecil, tapi mungkin menjadi kebahagiaan bagi mereka yang ku respon seperti itu. Benar nggak? Dan… setelah ku check, benar saja, di hari ulang tahunnya (5 Desember), tak ada satu ucapan pun yang diresponnya sekalipun itu terlihat dari orang terdekatnya. Termasuk puisiku. Ya! Aku juga telah meluangkan waktu untuk menulis puisi untuknya di blog dan pantas saja tidak mendapat respon. Ini di luar kebiasaan, biasanya mereka yang ku hadiahi puisi akan sangat bahagia dan berterimakasih padaku. Bagaimana tidak? Ucapan dariku bisa dibilang yang ter-UNIK di antara ucapan lainnya. Tapi tidak baginya. Semoga Allah memberinya petunjuk. Jangan sampai kita bermimpi melakukan hal-hal besar lalu menyepelekan hal-hal kecil seperti ini, padahal juga adalah KEBAIKAN. Aku jadi terfikir kalimat inspiratif nih!...
“Menyepelekan perbuatan kecil pun adalah sebuah kesombongan. Padahal, siapa tahu justru di sanalah sumber berkah berlimpah. Bukankah membahagiakan orang lain adalah  kebahagiaan sesungguhnya? Maka, jangan menyepelekan kebaikan kecil!”