Senin, 18 Mei 2015

Teler Tapi Seneng, Siak Jadi Saksinya

Hari ini berbeda. Aku luar biasa. Mereka luar biasa. Perjalanan ini Luar biasa. Tidak terbayangkan sama sekali olehku, sore ini akan menjadi seindah tadi. Senja di pinggiran sungai Siak menjadi saksi persaudaraan yang hanya berisi ketenangan tanpa reriak. Memang, senja yang sempurna baru menyapa ketika kami telah dipenghujung pulang raga. Tapi setidaknya sore di pinggiran sungai Siak tadi telah menjadi pemisah paling romantis antara kami dengan hari. Senja pun ikut cemburu.

Semoga pisah tak sekedar berakhir sebagai pisah. Semoga jalan tak usai sebagai kenangan jalan. Semoga kita bisa membuat segala yang tadi menjadi jauh lebih bermakna dan penuh guna. Salah satunya dengan melebihkan diri untuk pertarungan yang telah terlanjur kita pilih ini.

Rini Vidianty (one of Tentang Januari's Writers)

Elisa itu : 
1. Teman sekamar yang aku juluki sebagai MISS REMPONG! Segala sesuatu dari hal yang kecil sampai hal besar diribetin  -_-

2. Hobinya ngejahilin aku karena mungkin aku punya daya tarik yang sangat-sangat spesial (read : memuji diri sendiri) ya sampai dia rela meluangkan waktunya (read : waktu sangat berharga baginya) untuk ngejahilin aku hiks :'(
3. Namun, dibalik sifat dan sikapnya yang "aneh" itu dia memiliki "sesuatu" yang sangat menginspirasi. Seperti kata pepatah "berteman dengan pembuat atau si penjual minyak wangi, jika minyaknya tidak melekat pada kita, baunya pun jadi..". Dialah Elysa yang menularkan energi-energi positifnya kepada sahabat, teman, dan orang-orang disekitarnya. 
Quid pro quo, El!
Grazie mille! (Sunday, May 17th 2015)

Sambutanku :
Maacih cin, atas pujian sekaligus julukan 'rempong'nya hehe. Dia adalah teman sekamar terindah (biasanya kan pacar terindah) selama lebih dari 2 tahun ini. Tanpanya, aku tidak mungkin bisa seperti ini. Karena, bagiku kenyamanan di tempat tinggal adalah yang nomor 1 dan aku mendapatkan itu ketika bersamanya. Kami punya hobi berbeda, tapi bisa berjalan seirama. Bayangkan, kalau di kosan selalu ada konflik, bagaimana bisa aku menyelesaikan hal-hal yang lebih besar? Dibalik teman yang sukses, lihatlah siapa sahabat di belakangnya, dan Rinilah makhluk itu. hehe. Aku sering sekali membuatnya marah dan bertingkah menyebalkan, tapi dia nggak pernah marah. (katanya sih kalau dia merepet itu tandanya udah marah, tapi bagiku nggak. Wajahnya aja kayak marmut gitu haah). Aku menjulukinya sebagai sahabat ramah tanpa amarah. Karena kecepatan marahnya mereda itu hanya sepersekian detik, bahkan lebih cepat daripada kedipan mata. *lobay! hehe. Dia makhluk langka! Mungkin dari seluruh penghuni margasatwa, cuma 1 yang kayak dia, eheh. Silahkan berteman dengan Rincuy di FB:https://www.facebook.com/rini.vidianty?ref=ts&fref=ts

Inspirasi: MLM haram!

Obrolanku dengan Romi pada suatu Jumat, memberiku pencerahan tentang ML,
"...jadi gini ya Mbak biar aku jelaskan. Kalau kita mengajak orang lain membeli produk kita dan kita dapat keuntungan atau komisi dari penjualan/jasa kita itu halal. Tapi, kalau kita dapat komisi dari anaknya anggota kita, itu haram. Karena, kita kan nggak kerja lagi, itu hanya hasil dari usahanya anggota kita, terus kenapa kita pula yang dapat keuntungannya? Ada sih yang menyebutnya Passive income, tapi menurutku sama aja itu."
"Ohhhh...jadi gitu ya Dek? Kok baru bilang sekarang sih?"
"Kan, kemarin udah pernah Romi jelaskan juga sih sama Mbak. Mbak aja yang pikun."
#Inspirasi dari dek Romi

Cukup yang Tak Dijamin Cukup

Jika kelak waktu tak MENCUKUPIku
akankah aku tetap mampu MENCUKUPI hutangku pada tulisan?
Bagaimana jika tidak?

Sebuah tanya malam. Mei 2015