Minggu, 15 November 2015

Tim Penyaji Mie Sagu untuk Pemecahan Rekor MURI

Nama Acara : Harmony Sejuta Karya
Penyelenggara : BEM Universitas Riau
Waktu : 11-15 November 2015 di Venue Climbing UR

Tentang Pencapaian :
Sebenarnya ini di luar kesengajaan dan tanpa perencanaan sebelumnya. Niatnya cuma mau lihat-lihat dapur persiapan pemcahan rekor MURI di puncak acara nanti. Tapi, panitia kekurangan orang untuk mengemas mie sagu yang sudah selesai dimasak. Akhirnya, aku ikut nimbrung. *sekalian nyolong mie sagunya juga, hehee. Aku bangga banget bisa menjadi bagian dari persiapan rekor kece ini. Mungkin puluhan teman-teman yang terlibat dalam penyajian masakan khas Riau ini nggak ada yang kefikiran untuk mengarsipkan momen seperti apa yang ku lakukan ini. Bahkan, aku memasukkannya ke dalam salah satu deret prestasiku juga nih!. Bukankah prestasi yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu BERMANFAAT untuk orang lain? Ini adalah salah satu wujudnya.

____Bukan tentang apa yang kamu RAIH, tapi tentang apa yang ORANG LAIN raih karena melihat caramu MERAIH. (Truly Elysa)

INFO: Kita harus kenal Syiah

Di tengah santap siang dalam suasana yang hening karena terpa terik mentari yang meninggi…
“Mil, tadi pagi kan Mamake status orang tentang mantan istrinya Jalaludin Rakhmat gini; ‘Kami sudah biasa melukai diri sendiri. Apalagi untuk melukai orang lain? Kan ngeri banget Mil, miris. Terus, Mamake langsung ganti DP  dengan foto itu dan Mamake tulis PM yang isinya supaya kita berhati-hati dengan Syiah. Eh, tiba-tiba ada yang ngomen dengan emot bingung. Dia itu salah satu finalis MAWAPRES 2014 juga loh Mil, tapi yang sangat Mamake sayangkan itu karena dia sama sekali nggak tahu Syiah itu apa.”
“Ya ampuuunn.. itukan udah jadi isu hangat sekarang ya Mamake. Awak walaupun malas baca buku, tapi tahu jugalah informasi tentang itu. Siapa dia Mamake? Anak faperika?”
“Ada deh, nanti kalau Mamake kasih tahu, Umil kenal pula sama dia. Sengaja nih nggak disebutin inisialnya supaya Umil nggak tahu.”
“Oh, iyalah. Terus, Mamake?”
“Ya gituuu.. Dia malah minta diajarkan sama Mamake. Ya mamake nggak maulah, nanti ‘dekat’ pula jadinya sama dia. Mamake kasih aja link www.syiahindonesia.com ke dia, biar dipelajarinya. Alhamdulillah Mil, orangtua Mamake udah faham banget dengan persoalan ini. Semoga keluarga kita selalu dijaga dan terjaga ya Milll..”
“Amiinnn. Mamak awak pun gitu Mamake.. Udah jauh lebih faham daripada awak, karena Mamak awak tu rajin baca, rajin lihat berita, rajin ikut pengajian. Kayak anak kuliahan gitu Mamake kalau ikut pengajian, dicatatnya semua yang disampaikan sama ustadnya.”
“Waaawww..”

1 tahun aku

Sudah ditunjukkan jalan, tapi tak laju melangkah
Pula melaju
Malah tetap diam dalam sekam
Tak usah menunggu 5 tahun
1 tahun pun aku akan menjadi debu
Diterbangkan angin
Dimusnahkan hujan
1 tahun lagi aku adalah onggokan
Relakah wahai aku?

November dan rela, 2015